DIBERI KUASA DAN OTORITAS UNTUK MELAYANI

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 9:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang memanggil kedua belas murid dalam Lukas 9:1?
  2. Apa yang harus diberitakan oleh para murid menurut Lukas 9:2?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap manusia pasti pernah mengalami pergumulan.

Ada yang sakit secara jasmani, ada yang terluka hatinya, kecewa, takut, kehilangan semangat, bahkan ada yang merasa hidupnya tidak memiliki harapan.

Di tengah keadaan seperti itu, Tuhan ingin memakai kita untuk menjadi pembawa berita kesembuhan dan pengharapan.

Dalam Lukas 9:1–3 kita membaca bahwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya.

Kemudian Yesus memberikan kepada mereka kuasa dan otoritas untuk melayani.

Mereka diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang membutuhkan.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan memanggil seseorang untuk melayani, Tuhan tidak membiarkan orang tersebut berjalan sendirian.

Tuhan memberikan kuasa, kemampuan, dan penyertaan-Nya.

Kadang-kadang kita merasa tidak mampu melayani, Kita mungkin berkata, Saya bukan orang yang pandai berbicara.

Saya masih muda, Saya tidak mempunyai banyak kemampuan, Saya tidak layak, dsb.

Tetapi Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna terlebih dahulu, tetapi Tuhan hanya meminta kita bersedia dipakai oleh-Nya.

Para murid bukan orang-orang yang sempurna. Namun ketika Yesus memanggil mereka, mereka belajar berjalan dalam ketaatan.

Demikian juga dengan kita, mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal besar.

Tetapi kita dapat melakukan hal-hal sederhana yang membawa kesembuhan bagi orang lain.

Ketika seseorang sedang sedih, kita dapat memberikan penghiburan, ketika seseorang merasa sendirian, kita dapat hadir dan menunjukkan kasih.

Ketika seseorang sedang sakit, kita dapat mendoakannya.

Ketika seseorang kehilangan harapan, kita dapat mengingatkannya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya.

Ketika seseorang jatuh dalam pergumulan, kita tidak perlu menghakiminya. Kita dapat mengulurkan tangan dan membawanya kembali kepada Tuhan,dsb.

Inilah salah satu bentuk pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

Membawa berita kesembuhan bukan hanya berbicara tentang kesembuhan tubuh, tetapi juga membawa kasih, pengampunan, pengharapan, dan pemulihan dari Tuhan kepada orang-orang yang kita jumpai.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid bukan supaya mereka menjadi terkenal atau dipuji.

Kuasa itu diberikan supaya mereka melayani. Ini adalah hal yang penting untuk kita ingat bahwa Kuasa Tuhan bukan untuk meninggikan diri, tetapi untuk merendahkan diri dalam pelayanan.

Otoritas yang Tuhan berikan bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Sebaliknya, semakin Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita, semakin kita dipanggil untuk melayani dengan rendah hati.

Mungkin hari ini Tuhan sedang menempatkan seseorang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian, mungkin teman kita sedang mengalami masalah tetapi tidak berani bercerita, mungkin ada anggota keluarga yang sedang terluka, mungkin ada seseorang yang sedang kehilangan iman dan pengharapan, jangan abaikan mereka.

Bisa jadi Tuhan sedang mengutus kita untuk menjadi jawaban atas doa mereka.

Kita tidak harus menunggu menjadi seorang pendeta, pengkhotbah, atau pemimpin gereja untuk melayani.

Dimanapun Tuhan menempatkan kita, di situlah kita dapat menjadi pembawa kasih Kristus, baik di sekolah, jadilah pembawa damai, di kampus, jadilah teladan, di tempat kerja, jadilah pribadi yang jujur dan penuh kasih, di dalam keluarga, jadilah sumber penguatan, di tengah masyarakat, jadilah pembawa pengharapan.

Karena itu, jangan takut untuk melayani, jangan menunggu sampai kita merasa cukup hebat, jangan menunggu sampai semuanya sempurna.

Mulailah dengan apa yang ada di tangan kita, mungkin hanya sebuah doa, mungkin hanya sebuah perkataan yang baik, mungkin hanya sebuah tindakan sederhana.

Tetapi ketika dilakukan dengan kasih dan ketaatan kepada Tuhan, Tuhan dapat memakai semuanya untuk menjadi berkat.

Apa yang Tuhan sudah berikan kepada saya yang dapat saya gunakan untuk melayani orang lain? Apa yang sering membuat saya takut atau ragu untuk melayani Tuhan? Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan minggu ini untuk menjadi pembawa berita kesembuhan bagi seseorang?

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 8-9