PERCAYA TANPA BIMBANG KEPADA JANJI ALLAH
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 4:18-22
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 4:20!

- Hal apakah yang menjadi janji Tuhan kepada Abraham sehingga membuat Abraham tetap percaya?
- Bagaimanakah sikap dan respon Abraham terhadap janji Allah walaupun secara fakta bahwa banyak hal sepertinya janji Allah sulit untuk digenapi?
- Bagaimanakah sikap Allah terhadap respon dari Abraham untuk tetap percaya kepada janji Allah?

Dalam pertumbuhan rohani kita ketika kita ingin berjalan bersama Tuhan maka antara janji Tuhan sering berbeda dengan apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu kita tidak boleh berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi kita harus meneguhkan hati kita untuk berjalan dengan janji-janji Tuhan.
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (II Korintus 4:18).
Tujuannya adalah agar kita tidak menjadi kecewa, panik, kuatir dan ketakutan yang membuat kita menjadi lemah dan mundur secara rohani.
Oleh karena itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:
- Kita harus berjalan dengan janji-janji Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita secara spesifik dan percaya bahwa Tuhan sanggup menggenapi janji-janji-Nya. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19). Ketika kita percaya kepada janji-janji Tuhan maka mata dan pikiran kita selalu tertuju kepada Tuhan dan Firman-Nya supaya kita tidak mendengar intimidasi dan suara si jahat yang membuat kita bergeser dari janji Allah ketika janji Allah berbeda dengan fakta yang kita alami;
- Jangan berjalan dengan fakta yang kita lihat tetapi teguhkan hati kita untuk tetap percaya kepada Tuhan seperti yang dialami oleh Abraham dimana dia tidak melihat fisiknya yang sudah lemah, juga keberadaan Sara, istrinya, yang sudah tertutup rahimnya. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.” (Roma 4:20);
- Biarlah pada akhirnya Tuhan memperhitungkan kepercayaan kita sebagai suatu kebenaran yaitu dibenarkan oleh Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat dan kuasa Firman Tuhan dan Tuhan berkata: “Jadilah seperti yang engkau percaya” (Lukas 18:7-8).
Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Lukas 17:19).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami mukjizat Tuhan karena tidak bimbang tetapi tetap percaya kepada janji Allah!
Pembacaan Alkitab Setahun
Markus 15-16