DAMAI SEJAHTERA YANG MEMELIHARA HATI DAN PIKIRAN
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
FILIPI 4:6-9
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Kekuatiran apa yang dilarang oleh rasul Paulus dalam nats ini?
- Apa yang dapat memelihara hati dan pikiran kita, dan bagaimana caranya?
- Mengapa dengan memikirkan hal-hal yang mulia dapat menghalau kekuatiran kita?
- Seseorang pernah mengatakan, “Kekuatiran adalah menghina Tuhan!” Coba jelaskan!

Saudara, Rasul Paulus mengajarkan kita melalui nats Alkitab ini supaya kita tidak kuatir.
Ia juga mengajarkan agar damai sejahtera memelihara hati dan pikiran kita.
Yesus juga mengajarkan supaya kita tidak kuatir tentang makanan, minuman, dan pakaian.
Matius 6:31 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?”
Kekuatiran, kecemasan, kebimbangan, bahkan ketakutan merupakan tanda bahwa kita tidak percaya atau kurang percaya atau dengan kata lain, kita tidak beriman.
Saudara, ketika kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita perlu memahami bahwa Yesus menjadi Gembala yang baik bagi kita.
Karena itu, berlakulah Firman yang ditulis oleh pemazmur ini bagi kita yang sudah percaya dan beriman kepada Yesus Kristus:
Mazmur 23:1-3 “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”
Saudara, Yesus juga dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa:
Yohanes 10:11 “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”
Firman Tuhan dengan jelas menyatakan hubungan kita dengan Dia sehingga kita tidak perlu lagi cemas, kuatir, atau takut.
Kita tidak perlu terus hidup dalam keraguan, kekuatiran dan ketakutan, karena Tuhan Yesus telah menyatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik.
Saudara, ketika dalam kehidupan kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, sangatlah perlu bagi kita untuk mengingat bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik.
Gembala yang baik adalah Gembala yang rela mati bagi kita, sehingga kita tidak perlu takut.
Rasul Paulus juga pernah menulis kepada jemaat di Roma:
Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Saudara, percayalah bahwa Tuhan sedang merenda kehidupan kita.
Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Oleh karena itu, pelajarilah Firman Allah dan rajinlah membaca Firman Tuhan supaya kita tidak perlu hidup dalam kekuatiran, ketakutan, atau kebimbangan.
Dengan semakin mengenal dan memahami Allah sebagai Bapa kita, percayalah damai sejahtera dari Yesus Kristus memenuhi hati, pikiran, kemauan, dan jiwa kita.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan seseorang senantiasa kuatir, bimbang, atau takut dalam menghadapi kehidupan ini?
Pembacaan Alkitab Setahun
Matius 26