TUHAN GEMBALAKU, AKU TIDAK KEKURANGAN

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 23:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan Tuhan sebagai Gembala menurut Mazmur 23:2?
  2. Apa arti dari perkataan “takkan kekurangan aku”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mungkin kita berpikir tentang kebutuhan hidup: makanan, pekerjaan, kesehatan, keluarga, keuangan, dan masa depan.

Kita sering mengukur kelimpahan berdasarkan apa yang kita miliki.

Kalau memiliki banyak, kita merasa berkelimpahan. Kalau sedang mengalami kekurangan, kita merasa Tuhan jauh.

Namun Mazmur 23 mengajarkan sesuatu yang berbeda. Daud berkata, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Daud tidak mengatakan bahwa hidupnya selalu mudah. Ia pernah menghadapi bahaya, dikejar musuh, mengalami kesesakan, dan melewati masa-masa yang berat.

Tetapi di tengah semua keadaan itu, Daud memiliki satu keyakinan: Tuhan adalah Gembalanya.

Seekor domba tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Ia membutuhkan gembala untuk menunjukkan tempat yang memiliki makanan dan air, serta membawanya ke tempat yang aman.

Demikian juga dengan kita. Kita membutuhkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Ada kalanya kita merasa mampu mengatur semuanya sendiri.

Kita bekerja keras, merencanakan masa depan, mengandalkan kemampuan, dan berusaha memenuhi segala kebutuhan.

Tetapi pada akhirnya kita menyadari bahwa ada banyak hal yang berada di luar kendali kita.

Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan. Ia tahu kebutuhan kita bahkan sebelum kita mengungkapkannya dalam doa.

Mungkin Tuhan tidak memberikan semua yang kita inginkan, tetapi Ia tidak pernah berhenti memberikan apa yang kita perlukan sesuai dengan kehendak-Nya

Ada orang yang memiliki rumah, pekerjaan, keluarga, dan berbagai fasilitas kehidupan, tetapi di dalam hatinya ada kekosongan. Mengapa?

Karena manusia bukan hanya membutuhkan makanan untuk tubuh, tetapi juga membutuhkan Tuhan untuk jiwanya.

Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang lelah.

Lelah menghadapi pekerjaan. Lelah menghadapi masalah keluarga.

Lelah memikirkan keuangan. Lelah menunggu jawaban doa.

Bahkan mungkin ada yang lelah karena merasa Tuhan belum menjawab pergumulannya.

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup menyegarkan jiwa kita.

Datanglah kepada-Nya. Ceritakan pergumulan kita. Jangan memikul semuanya seorang diri.

Ketika kekuatan kita habis, Tuhan memberikan kekuatan baru.

Ketika pengharapan kita mulai hilang, Tuhan menyalakan kembali pengharapan itu.

Ketika hati kita gelisah, Tuhan memberikan damai sejahtera.

Daud tidak berkata bahwa orang yang memiliki Tuhan tidak akan pernah mengalami lembah kekelaman.

Sebaliknya, Daud tahu bahwa lembah itu ada.

Ada masa ketika hidup terasa gelap. Ada masa ketika kita tidak mengerti mengapa sesuatu terjadi.

Ada masa ketika doa terasa seperti belum mendapatkan jawaban.

Tetapi Daud memiliki keberanian karena ia berkata: “Engkau besertaku.”

Inilah kelimpahan yang luar biasa.

Kelimpahan bukan berarti kita tidak pernah menangis, kelimpahan bukan berarti kita tidak pernah mengalami masalah, kelimpahan bukan berarti hidup kita selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kelimpahan adalah ketika di tengah air mata, kita tetap memiliki Tuhan. Di tengah kesulitan, kita tetap memiliki pengharapan. Di tengah lembah, kita tetap memiliki Gembala.

Apa yang dapat kita pelajari dari Daud tentang mempercayai pemeliharaan Tuhan? Bagaimana kita dapat mengalami kelimpahan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kelimpahan dari Tuhan selalu berarti memiliki banyak harta? Jelaskan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Habakuk-Zefanya 3