RAJIN BEKERJA BUKAN HIDUP DALAM KEMALASAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TESALONIKA 3:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 2 Tesalonika 3:10!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah peringatan yang diberikan kepada orang-orang yang malas bekerja di dalam jemaat di Tesalonika?
  2. Orang-orang yang bagaimanakah yang tidak tertib hidupnya di tengah jemaat di Tesalonika?
  3. Apakah nasehat rasul Paulus bagi orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan mengajarkan kita agar setiap umat Tuhan haruslah bekerja, apakah mereka seorang fulltimer atau bekerja dalam dunia sekuler, mereka harus menunjukkan sebagai pribadi-pribadi yang bertanggungjawab dalam pekerjaan mereka dan hal itu dilakukan dengan bertanggungjawab kepada Tuhan.

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”  (Kolose 3:17,23).

Karena pekerjaan yang kita lakukan adalah untuk Tuhan maka hal tersebut dilakukan dengan rajin dan tidak malas sehingga kita menjadi orang yang berhasil.

”Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” (Amsal 12:27).

”Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” (Amsal 21:5).

Dan Tuhan tidak menyukai orang yang malas dan orang yang malas dapat disamakan seperti orang yang tidak fokus pada pekerjaannya dan suka mencampuri urusan orang lain, maka mereka menjadi orang yang suka bergosip karena tidak fokus untuk bekerja.

”Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?” (Matius 25:26).

”Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.” (1 Timotius 5:13).

Tuhan ingin agar umat-Nya bekerja dengan rajin dan tidak malas baik dalam pekerjaan sekuler, dalam pekerjaan fulltimer juga dalam sekolah, kuliah, sebagai usahawan dan profesional, sehingga Tuhan katakan kalau tidak bekerja maka tidak boleh makan dan pada akhirnya setiap umat Tuhan bertanggungjawab terhadap kehidupan mereka sehari-hari dan dapat menghidupi rumah tangga mereka dan tidak terjerat hutang.

Bahkan Tuhan ingin agar kita dapat memberikan kepada yang kekurangan, juga untuk pelayanan gereja serta pekerjaan misi.

”Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.” (2 Korintus 8:14).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan dengan bekerja dengan rajin dan tidak malas untuk kebutuhan hidup sehari-hari!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yoel 1-3