JANGAN KUATIR TENTANG HARI ESOK

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:25-34

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus melarang kita kuatir tentang makanan, minuman, dan pakaian (ayat 25)? Apa yang salah dengan kekhawatiran?
  2. Apa yang bisa kita pelajari dari burung-burung dan bunga bakung tentang kepercayaan kepada Allah?
  3. Apa artinya “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” dalam keputusan dan aktivitas sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).

Khotbah di Bukit adalah deklarasi Kerajaan Allah.

Yesus mengajar orang-orang yang mungkin sedang diliputi oleh kebutuhan hidup: makanan, minuman, dan pakaian.

Pada zaman itu, banyak orang hidup pas-pasan; satu hari tanpa bekerja bisa berarti kelaparan.

Kekhawatiran bukanlah hal asing bagi mereka.

Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kamu kuatir.” Ia tidak meremehkan kebutuhan mereka, tetapi Ia mengubah perspektif mereka: jika Allah memelihara burung dan bunga, apalagi manusia yang diciptakan menurut gambar-Nya.

Kekhawatiran bukanlah tanda bahwa kita “realistis,” tetapi tanda bahwa kita lupa siapa Allah.

Ketika kita kuatir, kita seperti anak kecil yang tidak percaya bahwa ayahnya akan memberi makan.

Kita sedang meragukan kebaikan dan kuasa Bapa di sorga.

Kekhawatiran tidak pernah menolong, tetapi justru merusak.

Yesus bertanya, “Siapa di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Jawabannya: tidak ada!

Kekhawatiran tidak menambah satu hari pun pada hidup kita, bahkan membuat kita kehilangan sukacita hari ini.

Lihatlah burung-burung: mereka tidak menabur, menuai, atau mengumpulkan, tetapi Bapa di sorga memberi mereka makan.

Bukan berarti kita tidak perlu bekerja—Alkitab jelas mengajarkan kita untuk bekerja. Tetapi kita tidak perlu kuatir.

Burung bekerja mencari makanan, tetapi mereka tidak stres. Mereka bergantung pada penyediaan Tuhan.

Demikian pula, kita dipanggil untuk bekerja dengan rajin, tetapi dengan hati yang tenang, percaya bahwa Tuhan akan menyediakan.

Kunci mengatasi kekhawatiran adalah mengutamakan Kerajaan Allah.

Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Ini adalah janji yang luar biasa.

Ketika kita memfokuskan hidup kita pada kehendak Tuhan—melayani Dia, mengasihi sesama, dan hidup dalam kebenaran—Tuhan sendiri yang akan mengurus kebutuhan kita.

Ini bukan tentang “memberi supaya mendapat,” tetapi tentang percaya bahwa Bapa yang baik tahu apa yang kita perlukan.

Seorang anak kecil tidak perlu kuatir tentang makanan; ia percaya pada orang tuanya.

Demikian juga, kita adalah anak-anak Allah.

Kita boleh berdoa meminta kebutuhan kita (Matius 6:11), tetapi kita tidak perlu cemas.

Hari esok akan memikirkan dirinya sendiri.

Cukuplah hari ini dengan kesusahannya sendiri—artinya, kita cukup fokus pada tanggung jawab hari ini dan percayakan besok kepada Tuhan.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Serahkan Kekhawatiranmu dalam Doa Setiap Pagi.

Saat kamu bangun, sebelum pikiran tentang pekerjaan, keuangan, atau masa depan memenuhi kepalamu, berdoalah: “Tuhan, hari ini aku serahkan segala kekhawatiranku kepada-Mu.

Aku percaya bahwa Engkau tahu kebutuhanku dan Engkau akan menyediakan.

Tolong aku untuk fokus pada kehendak-Mu hari ini.”

Dengan melakukan ini, kamu sedang mengakui bahwa Tuhan adalah Penguasa atas hidupmu.

Kedua, Fokus pada Tanggung Jawab Hari Ini, Bukan pada Ketakutan Besok.

Jangan biarkan kekhawatiran tentang masa depan mencuri sukacita dan produktivitas hari ini.

Lakukan yang terbaik dalam tugasmu saat ini—bekerja, belajar, melayani, dan mengasihi.

Percayalah bahwa ketika hari esok tiba, Tuhan akan memberikan kekuatan yang cukup untuk menghadapinya.

Seperti kata Yesus, “Cukuplah hari ini dengan kesusahannya sendiri.”

Diskusikan dalam kelompok PA, apakah yang dimaksud mencari kebenarannya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hosea 1-7