KUASA DAN TANDA-TANDA YANG MENYERTAI PEMBERITAAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 16:15-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa peran tanda-tanda dalam pemberitaan Injil?
  2. Mengapa kita tetap harus mengandalkan kuasa Tuhan, bukan kemampuan manusia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Markus 16:17 ”Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.”

Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengutus murid-murid-Nya dengan kekuatan mereka sendiri.

Akan ada kuasa dan penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas tersebut.

Para murid menghadapi dunia yang tidak selalu menerima Injil.

Mereka akan menghadapi penolakan, tantangan, bahkan penderitaan.

Sedang tanda dan mujizat adalah hal yang menyertai pemberitaan Injil.

Tujuan utama tetaplah memberitakan Injil dan membawa manusia kepada Kristus.

Tanda dan mujizat berfungsi sebagai kesaksian bahwa Tuhan bekerja dalam pelayanan para murid.

Dengan demikian, kita tidak mengejar tanda dan mujizat demi tanda dan mujizat itu sendiri.

Kita mengejar Kristus. Kita memberitakan Injil.

Walaupun Markus 16 menyebut tanda-tanda yang menyertai orang percaya, tetapi sumber kuasa dalam kesaksian gereja adalah Roh Kudus.

“Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…” (Kisah Para Rasul 1:8).

Dengan demikian, gereja atau umat Tuhan tidak menjalankan misi dengan kekuatan manusia semata.

Roh Kudus memberikan keberanian, hikmat, dan kemampuan untuk menjadi saksi Kristus.

Karena itu, sebelum memberitakan Injil, kita harus berdoa.

Sebelum melayani, kita perlu bergantung kepada Tuhan.

Sebelum berbicara kepada manusia, kita perlu meminta Roh Kudus memimpin kita.

Sekali lagi, tanda dan mujizat yang menyertai pemberitaan Injil menunjukkan bahwa Allah bekerja dalam misi-Nya.

Namun perhatian kita tidak boleh berhenti pada tanda dan mujizat tersebut.

Kristus tetap menjadi pusat. Injil tetap menjadi berita utama.

Keselamatan jiwa-jiwa terhilang tetap menjadi tujuan. Dan kemuliaan tetap bagi Tuhan.

Kiranya kita semua diberi keberanian untuk pergi, kerelaan untuk memberitakan Injil, iman untuk mengandalkan kuasa Tuhan, dan kerendahan hati untuk memberikan seluruh kemuliaan kepada Yesus Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang tanda dan mujizat seperti apa yang pernah engkau saksikan dan hal itu membawa orang berdosa datang kepada Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 21-22