BERKASUTKAN KERELAAN MEMBERITAKAN INJIL
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
EFESUS 6:13-18
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apakah setiap perlengkapan senjata tersebut penting bagi kita dalam menghadapi pencobaan dan pergumulan rohani?
- Apa yang dapat membuat seorang percaya mudah jatuh atau menyerah dalam peperangan rohani?

Firman Tuhan menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai sebuah peperangan rohani.
Karena itu, orang percaya dipanggil untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat tetap berdiri teguh menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu perlengkapan yang disebutkan adalah “kaki yang berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera” (Efesus 6:15).
Gambaran ini sangat penting.
Karena kaki digunakan untuk berjalan, bergerak, dan membawa seseorang menuju suatu tempat.
Demikian pula kehidupan orang percaya, tidak boleh berhenti pada menerima Injil untuk diri sendiri.
Kita dipanggil untuk bergerak membawa Injil kepada orang lain.
Firman Tuhan juga menyatakan bahwa bagaimana orang dapat percaya jika mereka tidak mendengar, dan bagaimana mereka dapat mendengar jika tidak ada yang memberitakan?
Karena itu, umat Tuhan tidak boleh hanya menjadi tempat orang berkumpul dan menerima berkat.
Kita juga harus menjadi komunitas yang diutus untuk membawa kabar keselamatan.
Setiap orang percaya memiliki kesempatan untuk menjadi pembawa Injil melalui perkataan, tindakan, kasih, pelayanan, dan kesaksian hidup.
Kerelaan berarti kesiapan hati untuk dipakai Tuhan.
Sering kali kita menunggu keadaan yang sempurna sebelum bersaksi: menunggu memiliki pengetahuan Alkitab yang lebih banyak, menunggu menjadi lebih percaya diri, menunggu kesempatan yang tepat, atau merasa bahwa memberitakan Injil adalah tugas pendeta dan penginjil.
Namun Efesus 6:15 mengingatkan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kerelaan memberitakan Injil.
“Berkasutkan kerelaan memberitakan Injil” berarti memiliki hati yang siap diutus Tuhan ke mana pun kita berada.
Kita tidak dipanggil untuk menyimpan Injil bagi diri sendiri.
Kita dipanggil untuk membawanya kepada keluarga, sahabat, lingkungan kerja, masyarakat, dan bangsa-bangsa.
Kiranya ketika Tuhan melihat kehidupan kita, Dia menemukan hati yang berkata: “Aku siap, Tuhan. Ke mana pun Engkau mengutus aku, aku mau membawa Injil damai sejahtera-Mu.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu berdoa hingga memberitakan Injil kepada keluargamu.
Pembacaan Alkitab Setahun
Yehezkiel 13-15