DIURAPI UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 4:16-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus baca dari kitab Yesaya, dan mengapa Ia memilih nas itu?
  2. Apa arti kata “diurapi” dalam Lukas 4:18, dan bagaimana hal itu berlaku bagi kita hari ini?
  3. Siapa saja yang menjadi sasaran misi Yesus (orang miskin, tawanan, buta, tertindas), dan bagaimana kita dapat menjangkau mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin,…” (Lukas 4:18).

Ini adalah momen penting dalam sejarah keselamatan.

Yesus, yang baru saja dibaptis dan dicobai, kembali ke kota masa kecil-Nya.

Di sinilah, di rumah ibadat yang sederhana, Ia membuat pernyataan yang mengubah dunia.

Dengan membaca nubuat Yesaya, Yesus tidak sedang mengutip ayat lama; Ia sedang mendeklarasikan misi-Nya.

Ia menyatakan bahwa Roh Kudus telah mengurapi-Nya—bukan untuk menjadi raja secara politik, tetapi untuk membawa kabar baik kepada orang yang paling lemah.

Perhatikan bahwa Ia berhenti sebelum kalimat “dan hari pembalasan Allah kita” (Yesaya 61:2b), karena misi pertama-Nya adalah membawa rahmat, bukan penghakiman.

Ini adalah kabar baik bagi kita semua.

Pelayanan Yesus dimulai dan digerakkan oleh Roh Kudus.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku.”

Yesus tidak melakukan pekerjaan-Nya dengan kekuatan manusia.

Ia bergantung penuh pada Roh. Ini mengajarkan kita bahwa kita juga tidak bisa memberitakan Injil dengan kekuatan sendiri.

Kita butuh pengurapan Roh Kudus—pemberdayaan ilahi untuk melakukan pekerjaan yang melampaui kemampuan kita.

Tanpa Roh, kata-kata kita kosong. Dengan Roh, kabar baik yang kita bawa menjadi hidup dan berkuasa.

Karena itu, sebelum kita melayani, mintalah pengurapan Roh Kudus, sama seperti Yesus yang dipimpin dan diurapi oleh-Nya.

Injil yang dibawa Yesus bersifat holistik dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Misi Yesus mencakup:

  • Kabar baik kepada orang miskin (yang lemah, terpinggirkan, dan yang sadar akan kebutuhan mereka).
  • Pembebasan bagi tawanan (mereka yang terbelenggu dosa, kebiasaan buruk, dan penindasan).
  • Penglihatan bagi orang buta (pemulihan perspektif dan pengenalan akan kebenaran).
  • Pembebasan bagi orang tertindas (pembelaan terhadap yang terinjak).

Ini menunjukkan bahwa Injil bukan hanya tentang “keselamatan jiwa” yang abstrak, tetapi tentang pemulihan seluruh kehidupan manusia.

Gereja dipanggil untuk menjadi saluran berkat yang menyeluruh—memberitakan firman sambil juga menunjukkan kasih melalui tindakan nyata kepada yang miskin dan tertindas.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Berdoalah untuk Pengurapan Roh Kudus Setiap Hari.

Sebelum kamu bersaksi, melayani, atau bahkan memulai aktivitas harian, berdoalah: “Roh Kudus, penuhilah aku. Urapilah perkataanku dan tindakanku hari ini.”

Tanpa pengurapan, pelayanan kita hanya aktivitas biasa.

Dengan pengurapan, kita menjadi alat yang hidup di tangan Tuhan.

Kedua, Jadilah Kabar Baik yang Konkret bagi Orang Lain.

Lihatlah di sekitarmu: siapa yang “miskin” secara ekonomi, emosional, atau rohani? Siapa yang “tertawan” oleh kesedihan atau keputusasaan? Mulailah dengan tindakan kecil: berikan makanan, tawarkan doa, atau dengarkan keluhan mereka.

Dengan melakukan ini, kamu sedang meneruskan misi Yesus, dan kabar baik yang kamu bawa menjadi nyata di hadapan mereka.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana mengetahui kita sudah diurapi untuk membawa kabar baik.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 32-34