MEMBAWA TERANG KRISTUS DALAM BEJANA TANAH LIAT
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
II KORINTUS 4:6-10
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Apa yang dapat timbul dari kegelapan? Mengapa bisa?
- Tubuh kita diibaratkan sebagai apa? Mengapa bisa timbul terang dari dalamnya?
- Mengapa rasul Paulus dapat mengalami berbagai masalah, tapi dia tidak putus asa atau mengeluh?
- Apa yang rasul Paulus nyatakan mengenai tubuhnya, bejana tanah liat itu?

Saudara, seseorang yang sebelumnya menjadi musuh iman para pengikut Yesus Kristus, oleh anugerah Allah, diperkenankan bertemu dengan Yesus dalam perjalanan misinya untuk menangkap dan menghancurkan murid-murid-Nya.
Pertemuan tersebut mengubah hidupnya. Ia kemudian menjadi pembawa terang ilahi kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, yaitu orang-orang yang tidak bersunat.
Rasul Paulus sangat menyadari bahwa dirinya dipilih semata-mata karena kemurahan Allah, bukan karena kebaikannya sendiri.
Ia memahami bahwa segala sesuatu yang dapat dikerjakannya terjadi karena kasih Allah kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi yang tidak bersunat.
Dalam kasih karunia Tuhan Allah, Paulus menyadari bahwa ia dipanggil untuk melakukan perbuatan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya.
Perbuatan baik tersebut secara khusus dipercayakan Allah untuk dikerjakan melalui kehidupan dan pelayanan Rasul Paulus.
Efesus 2:8-10 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Saudara, Yesus juga berkata melalui surat tulisan rasul penulis Injil :
Yohanes 15:16-17 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Yesus telah memilih Saulus, seorang Farisi yang radikal.
Dalam kebodohan dan ketidaktahuannya, Saulus berusaha menangkap dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Mesias.
Setelah dipilih oleh Yesus, Rasul Paulus menyadari bahwa panggilannya merupakan kehendak Allah.
Tuhan hendak memakai Paulus sebagai rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi atau bangsa-bangsa Gentile.
Demi panggilan tersebut, Paulus rela menyerahkan seluruh hidupnya.
Bahkan, ia menganggap kematian sebagai suatu keuntungan apabila ia dapat mati bagi Juruselamatnya.
Paulus menyadari bahwa dirinya hanyalah bejana tanah liat yang tidak memiliki semarak.
Meskipun demikian, Tuhan berkenan memakai dirinya.
Ia memahami bahwa bejana tanah liat yang tidak berharga tersebut telah menerima kehormatan yang besar karena Tuhan Allah berkehendak menjadikannya sebagai pembawa terang dunia yang penuh dengan semarak ilahi.
Rasul Paulus kemudian menjadi bapa rohani bagi jemaat di Korintus, yaitu salah satu jemaat kharismatik yang dicatat dalam Alkitab.
Jemaat tersebut sangat antusias menggunakan karunia-karunia Roh Kudus dan menyatakan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan mereka sebagai jemaat.
Saudara, Tuhan menghendaki supaya kita semua menyadari bahwa kita sepatutnya hidup seperti Rasul Paulus.
Ia memahami bahwa dirinya bukan lagi miliknya sendiri, melainkan milik Yesus Kristus.
Bejana tanah liat yang tidak berharga itu telah diisi oleh Terang Dunia, yaitu Yesus Kristus sehingga kehidupan Paulus juga memancarkan kemuliaan Tuhan.
Namun, Rasul Paulus juga sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi di berbagai tempat yang didatanginya untuk memberitakan Injil keselamatan, Injil kasih karunia, yang juga dikenal sebagai Injil Kerajaan Allah.
Saudara, sudahkah bejana tanah liat dalam dirimu membawa Terang Dunia kemanapun engkau pergi? Apakah orang-orang di sekitarmu dapat melihat terang tersebut?
Oleh karena itu, isilah bejana tanah liat itu dengan firman Allah. Biarkan kuasa dan karunia Roh Kudus mengalir.
Dengan demikian, banyak orang dapat melihat kehadiran terang Kristus di dalam dirimu dan memuliakan Tuhan karena terang tersebut terpancar melalui bejana tanah liat itu.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan bejana tanah liat dalam diri kita tidak memancarkan terang Kristus kepada masyarakat di sekitar kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yeremia 7-9