DIUBAH MENJADI SERUPA KRISTUS
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
II KORINTUS 3:14-18
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Mengapa hati manusia digambarkan masih tertutup selubung menurut II Korintus 3:14–15?
- Apa yang terjadi ketika seseorang datang kepada Kristus?
- Apa makna kemerdekaan yang diberikan oleh Roh Tuhan?
- Bagaimana orang percaya diubah menjadi serupa dengan Kristus?

Surat II Korintus ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, sebuah gereja yang hidup di tengah masyarakat yang dipengaruhi filsafat Yunani, penyembahan berhala, dan berbagai persoalan moral.
Setelah kunjungan yang menyakitkan dan hubungan yang sempat memburuk dengan jemaat, Paulus menulis surat ini untuk memulihkan hubungan mereka sekaligus mempertahankan otoritas kerasulannya yang terus diserang oleh guru-guru palsu.
Dalam konteks II Korintus 3, Paulus menjelaskan keunggulan pelayanan Perjanjian Baru dibandingkan Perjanjian Lama.
Ia memakai kisah Musa yang menutupi wajahnya (Keluaran 34:29–35) untuk menggambarkan bahwa hati manusia yang belum percaya masih tertutup sehingga tidak dapat melihat kemuliaan Allah dengan benar.
Karena itu, II Korintus 3:14–18 menegaskan bahwa hanya melalui Kristus selubung tersebut disingkirkan, sehingga manusia dapat mengenal Allah dengan benar.
Injil menjadi sarana Allah menyatakan kemuliaanNya sekaligus kuasaNya yang mengubah hati manusia, sebab keselamatan dan pembaruan hidup sepenuhnya berasal dari karya anugerah Allah, bukan dari kemampuan atau usaha manusia.
Paulus menjelaskan bahwa “selubung” bukan sekadar lambang ketidaktahuan, melainkan gambaran kondisi rohani manusia yang telah dibutakan oleh dosa sehingga tidak mampu memahami kemuliaan Allah.
Ayat 14 menyatakan bahwa selubung itu hanya dapat disingkirkan di dalam Kristus, karena hanya karya penebusanNya yang sanggup membuka hati manusia untuk melihat kebenaran.
Ayat 17 menegaskan, “Tuhan adalah Roh dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.”
Kemerdekaan ini bukan kebebasan untuk hidup menurut keinginan sendiri, melainkan pembebasan dari kuasa dosa, kebutaan rohani, dan belenggu hukum yang menghukum orang berdosa.
Ayat selanjutnya, menjelaskan bahwa setiap orang percaya yang memandang kemuliaan Kristus dengan “wajah yang tidak berselubung” sedang terus-menerus diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan yang lebih besar.
Kata “diubah” menggunakan kata Yunani “metamorphoō” menunjukkan suatu perubahan batin yang dikerjakan oleh Allah secara terus-menerus.
Dengan demikian, pertumbuhan rohani bukan hasil disiplin manusia semata, melainkan pekerjaan Roh Kudus melalui pemberitaan Injil dan firman Tuhan yang membentuk orang percaya semakin menyerupai Kristus.
Diubah menjadi serupa Kristus bukanlah usaha untuk memperoleh keselamatan, melainkan buah dari keselamatan yang telah Allah kerjakan melalui Injil.
Karena Injil adalah kuasa Allah yang terus bekerja dalam kehidupan orang percaya, setiap jemaat dipanggil untuk hidup di bawah pimpinan firman dan Roh Kudus setiap hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan itu tampak ketika orang percaya semakin mengasihi Tuhan lebih daripada dunia, hidup jujur meskipun harus menanggung kerugian, mengampuni orang yang menyakiti hati kita, ringan tangan dan tulus menolong orang dalam kesusahan, tidak memanfaatkan kebaikan orang, tidak memiliki “mental miskin” dan tidak minta di kasihani, menjaga kekudusan dalam perkataan dan perbuatan, melayani dengan kerendahan hati, hidup selalu dalam pengucapan syukur meskipun hidup kita tidak sedang baik-baik saja serta tetap setia kepada Kristus di tengah tekanan budaya yang semakin menjauh dari kebenaran firman Tuhan.
Semakin seseorang memandang Kristus melalui Injil, semakin Roh Kudus membentuk karakter, cara berpikir, dan seluruh hidup kita menjadi serupa dengan Kristus.
Inilah bukti nyata bahwa Injil bukan hanya membawa manusia kepada keselamatan, tetapi juga merupakan kuasa Allah yang terus menguduskan umatNya hingga kita akhirnya disempurnakan dalam kemuliaan bersama Kristus.

Apakah hidup kita benar-benar sedang diubah menjadi semakin serupa dengan Kristus, atau kita hanya memiliki pengetahuan tentang Injil tanpa mengalami kuasaNya yang mengubahkan? Diskusikan dalam kelompok PA atau persekutuan kita.
Pembacaan Alkitab Setahun
Yesaya 45-48