INJIL YANG MENJADI DASAR IMAN
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
I KORINTUS 15:1-5
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Apa yang dapat mengancam keteguhan iman orang percaya saat ini, dan bagaimana kita dapat tetap hidup setia kepada Injil?
- Paulus menekankan tiga peristiwa sejarah (kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus) yang semuanya terjadi sesuai dengan Kitab Suci. Mengapa keselarasan dengan Alkitab ini sangat penting bagi keabsahan iman Kristen?

Setiap bangunan membutuhkan fondasi yang kuat.
Semegah apa pun bangunan itu, jika fondasinya rapuh, bangunan tersebut akan mudah retak atau bahkan runtuh.
Demikian pula kehidupan orang percaya. Iman yang kokoh harus dibangun di atas dasar yang benar, yaitu Injil Yesus Kristus.
Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15 mengingatkan jemaat Korintus tentang inti Injil yang pertama kali mereka terima.
Pada saat itu, sebagian jemaat mulai dipengaruhi oleh ajaran yang meragukan kebangkitan orang mati.
Karena itu Paulus mengembalikan mereka kepada dasar iman yang sejati: Kristus telah mati, dikuburkan, dan dibangkitkan sesuai dengan Kitab Suci.
Pesan ini tetap selaras atau sesuai untuk masa kini.
Di tengah berbagai ajaran, filosofi, dan nilai dunia yang terus berubah, umat Tuhan dipanggil untuk tetap berpegang teguh pada Injil sebagai dasar iman.
Ada tiga peristiwa utama yang menjadi inti Injil.
- Kristus mati karena dosa-dosa kita
Kematian Yesus bukanlah kecelakaan atau yang tidak disengaja. Kristus mati sebagai korban penebusan menggantikan manusia berdosa. Salib menunjukkan kasih Allah sekaligus keadilan-Nya. Hukuman atas dosa telah ditanggung oleh Kristus. - Kristus dikuburkan
Penguburan Yesus menegaskan bahwa Ia benar-benar mati. Hal ini membuktikan bahwa pengorbanan-Nya sungguh nyata, bukan sekadar simbol atau cerita. - Kristus dibangkitkan pada hari ketiga
Kebangkitan adalah kemenangan Kristus atas dosa, maut, dan kuasa Iblis. Tanpa kebangkitan, iman Kristen kehilangan dasar. Tetapi karena Kristus hidup, orang percaya memiliki pengharapan yang pasti.
Tanpa Injil, tidak ada keselamatan. Tanpa salib, tidak ada pengampunan.
Tanpa kebangkitan, tidak ada pengharapan.
Karena itu, marilah kita terus berdiri di atas dasar yang kokoh ini.
Jangan biarkan dunia menggeser pusat iman kita dari Kristus kepada hal-hal lain.
Jadikan Injil sebagai dasar cara kita berpikir, mengambil keputusan, melayani, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana kematian dan kebangkitan Kristus memberi pengharapan ketika engkau menghadapi pergumulan?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yesaya 31-35