BAHAYA PENYEMBAHAN YANG DARI BIBIR SAJA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 15:7-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa seseorang disebut sebagai orang munafik?
  2. Bagaimana mungkin seseorang memuliakan Tuhan dengan mulutnya, tetapi hatinya jauh dari Tuhan?
  3. Apa yang dimaksud dengan ajaran yang hanya merupakan perintah manusia?
  4. Mengapa Yesaya menubuatkan, “Percuma mereka beribadah kepada-Ku”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pernyataan dalam bagian firman ini merupakan teguran Allah kepada bangsa Israel, khususnya kepada para pemimpin agama Yahudi yaitu kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Yesus mengutip:

Yesaya 29:13 “Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan”

Yesus menyebut mereka munafik (hypocrites), yaitu seperti seorang aktor atau pemain sandiwara.

Pada saat Yesus hadir sebagai Mesias yang telah dijanjikan, para pemimpin agama Yahudi tidak mengenal Dia.

Bahkan, mereka sangat membenci-Nya karena pengaruh Yesus jauh lebih besar, sehingga banyak orang memuji dan mengikuti Yesus, sementara mereka sendiri semakin kurang dihormati oleh masyarakat.

Yesus melihat bahwa para pemimpin agama itu mengetahui dari apa yang mereka pelajari dan baca dalam Hukum Taurat Musa bahwa Mesias akan datang.

Namun, mereka tidak memahami bahwa Yesus adalah Mesias yang hadir pada zaman mereka.

Hal itu disebabkan karena menurut pemahaman mereka masih ada beberapa tanda yang dianggap tidak terpenuhi.

Misalnya, Yesus berasal dari Nazaret di Galilea, sedangkan menurut anggapan mereka Mesias sebagai keturunan Daud seharusnya berasal dari Yudea, bukan dari Galilea.

Karena Yesus berasal dari Nazaret di Galilea, bukan dari Yudea, tanda-tanda dan mujizat yang dilakukan-Nya tidak memberikan kesan yang berarti bagi mereka.

Meskipun demikian, ada juga seorang pemimpin agama Yahudi yang tergerak oleh mujizat-mujizat Yesus, yaitu Nikodemus.

Ia datang menemui Yesus pada malam hari dan berdialog dengan Yesus.

Yohanes 3:1-2 “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

Oleh karena itu, sebenarnya para pemimpin agama itu juga menyadari bahwa Yesus bukanlah sembarang guru.

Tanda-tanda dan mujizat yang dilakukan Yesus merupakan bukti bahwa Dialah Mesias yang telah dijanjikan.

Namun, karena iri hati dan kebencian, mereka menolak mengakui kebenaran tersebut.

Bahkan, mereka mengatakan bahwa Yesus melakukan mujizat dengan pertolongan Beelzebul.

Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa mereka hanya memuliakan Allah dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dari Allah.

Yesus juga mengingatkan kembali nubuat Yesaya dan para nabi mengenai kedegilan bangsa Yahudi, yang dimulai dari para pemimpin agama mereka.

Para pemimpin agama itu adalah orang-orang yang aktif melayani di Bait Allah.

Seharusnya mereka menyadari bahwa kasih, kebaikan, dan kebenaran yang dinyatakan Yesus melalui setiap tindakan-Nya, seperti memulihkan orang lumpuh, memberi penglihatan kepada orang buta, menyembuhkan orang sakit kusta, dan berbagai mujizat lainnya, merupakan tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Utusan Allah.

Saudara, marilah kita menyembah Allah dengan hati yang dipenuhi damai sejahtera yang telah dianugerahkan kepada kita.

Biarlah pujian dan penyembahan yang kita naikkan lahir dari hati yang tulus sebagai ungkapan syukur, bukan sekadar ucapan bibir.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah yang sepatutnya menimbulkan ucapan syukur dan penyembahan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

Amsal 7-9