JANGAN JADIKAN BAIT ALLAH MENJADI SARANG PENYAMUN
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 21:12-17
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang dilakukan Yesus ketika memasuki Bait Allah?
- Mengapa Yesus mengatakan bahwa Bait Allah telah menjadi sarang penyamun?
- Mengapa orang-orang Farisi menjadi jengkel ketika mendengar banyak orang memuji dan memuliakan Allah karena mujizat-mujizat yang terjadi di Bait Allah?
- Mengapa Yesus meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota, sehingga tidak tinggal di Yerusalem?

Saudara, dalam konteks ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bait Allah di Yerusalem adalah tempat kediaman Allah.
Namun, dalam masa Perjanjian Baru, tubuh setiap orang percaya telah menjadi Bait Allah.
Efesus 3:17 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
1 Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Ketika Yesus memasuki Bait Allah di Yerusalem, Ia menjungkirbalikkan meja-meja penukar uang, bangku-bangku penjual burung merpati, serta para penjual hewan persembahan lainnya.
Lalu Yesus berkata, “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Oleh karena itu, apakah yang sepatutnya kita lakukan terhadap tubuh kita sebagai tempat kediaman Roh Kudus, supaya Yesus tidak menyebut tubuh kita sebagai sarang penyamun?
Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Karena Roh Kudus hadir dalam kehidupan kita, rasul Paulus mendorong kita untuk hidup di bawah pimpinan Roh Kudus.
Dengan demikian, kita tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, melainkan hidup sesuai dengan firman Allah, sehingga kehidupan kita menjadi berkenan kepada Allah.
Roh Kudus akan membimbing kita supaya tidak lagi hidup menurut keinginan daging seperti percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan berbagai perbuatan lainnya.
Barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kehidupan yang dikuasai oleh kedagingan menjadikan tubuh kita seperti sarang penyamun.
Akibatnya, kita menjadi cinta uang, tidak lagi mengutamakan Kerajaan Allah, terikat pada berbagai keinginan duniawi, dan akhirnya menjauh dari ibadah yang sejati.
Oleh sebab itu, Tuhan Yesus dengan tegas membersihkan Bait Allah dari segala kegiatan yang mencemari kekudusannya dan merugikan orang-orang yang datang beribadah ke bait Allah.
Demikian pula, kita harus mempersembahkan hati, pikiran, dan kehendak kita kepada Tuhan Yesus supaya Roh Kudus memimpin kita dalam kehidupan yang beribadah kepada Allah Bapa.
Oleh karena itu, dengan bimbingan Roh Kudus marilah kita mematikan segala sesuatu yang duniawi di dalam diri kita, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala, sebab semuanya itu mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
Marilah kita juga membuang amarah, geram, kejahatan, fitnah, serta perkataan kotor dari mulut kita.
Jangan lagi saling mendustai, tetapi kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.
Bersabarlah seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila ada yang menaruh dendam, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.
Dengan demikian, kita dapat menjadi Bait Allah yang menjadi rumah doa bagi segala bangsa dan bukan lagi sarang penyamun.
Kiranya hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah.
Haleluya. Puji Tuhan. Amin.

Kegiatan-kegiatan seperti apakah yang dapat menjadikan hidup kita atau tubuh kita sebagai sarang penyamun?
Pembacaan Alkitab Setahun
Mazmur 146-150