HIDUP YANG MENJADI PENYEMBAHAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang mendasari nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Roma?
  2. Apa yang dimaksud rasul Paulus dengan ibadah yang sejati?
  3. Apa yang tidak boleh kita pikirkan, dan apa yang seharusnya kita pikirkan?
  4. Sebagai tubuh Kristus yang terdiri atas berbagai anggota, apa yang harus dilakukan agar tubuh Kristus tidak terpecah belah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara yang terkasih, setiap orang yang telah mengalami kelahiran baru di dalam Kristus menjadi bagian dari Tubuh Kristus.

Kristus adalah Kepala, dan kita masing-masing adalah anggota-anggota tubuh-Nya.

1 Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Kita bukan lagi milik diri sendiri, melainkan milik Allah.

Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dimeteraikan dengan Roh Kudus sebagai tanda bahwa kita adalah milik Allah.

Karena itu, rasul Paulus menasihatkan agar kita memuliakan Allah dengan tubuh kita.

Tuhan menghendaki agar seluruh hidup kita menjadi milik-Nya.

Itulah sebabnya rasul Paulus menuliskan nasihat kepada jemaat Tuhan Yesus Kristus di Roma:

Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Lalu, bagaimana kita dapat mempersembahkan seluruh hidup kita sebagai persembahan kepada Allah?

Saudara, rasul Paulus juga menuliskan kepada jemaat di Galatia:

Galatia 2:19-20 “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Saudara, sebagai orang percaya, kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Kristus yang hidup di dalam kita memampukan kita untuk tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tetapi hidup menurut pimpinan Roh Kudus.

Ketika Roh Kudus menguasai hidup kita, seluruh kehidupan kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.

Inilah yang Tuhan kehendaki. Oleh karena kasih-Nya, Ia rela mati untuk menebus kita, supaya kita menjadi milik-Nya sepenuhnya.

Haleluya. Puji Tuhan. Amin.

Cara hidup yang seperti apa yang Tuhan kehendaki sehingga hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 140-145