DIPANGGIL MENJADI SATU TUBUH
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KOLOSE 3:15-17
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa artinya membiarkan damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati, dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi cara kita menghadapi perbedaan?
- Bagaimana cara praktis membiarkan perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya dalam hidup kita?

“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” (Kolose 3:15).
Kata “memerintah” dalam bahasa Yunani menggunakan istilah brabeuo, yang biasa digunakan untuk seorang wasit dalam pertandingan olahraga.
Tugas seorang wasit adalah mengambil keputusan, menyelesaikan perselisihan, dan memastikan pertandingan berjalan dengan tertib.
Sehingga perintah Firman Tuhan “hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,” bermakna:
Pertama, hendaknya damai sejahtera dari Kristus menjadi penentu utama dalam setiap keputusan, emosi, dan reaksi kita.
Saat hati kita mulai bergejolak oleh amarah, ego, atau kekhawatiran, damai Kristus-lah yang harus menenangkan dan itu adalah petunjuk bahwa kita sedang dalam langkah yang benar.
Kedua, kita dipanggil menjadi satu tubuh.
Di dalam sebuah tubuh yang terdiri dari banyak anggota, gesekan sangat mungkin terjadi.
Damai sejahtera Kristus harus menjadi “wasit” yang menyelesaikan setiap perbedaan pendapat, sehingga kesatuan tubuh tetap terjaga.
Panggilan Tuhan bagi orang percaya menjadi satu tubuh adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri demi kepentingan ego masing-masing.
Ketika damai sejahtera Kristus menjadi wasit dalam hubungan kita satu dengan yang lain, Firman Tuhan akan menjadi penuntun dalam interaksi kita, dan nama Yesus menjadi tujuan dari setiap aktivitas kita, sehingga komunitas kita akan menjadi kesaksian yang hidup bagi dunia.
Di sinilah Tubuh Kristus berfungsi dengan semestinya: sehati, sejiwa, saling membangun, dan senantiasa menaikkan syukur kepada Allah Bapa.
Tubuh Kristus adalah kumpulan orang percaya, bukan kumpulan orang dari gereja yang sama, atau Sinode yang sama.
Dengan demikian kita juga harus mengakui, menghormati, mengasihi orang-orang percaya dari gereja yang berbeda, dan jangan pernah memandang bahwa gereja kita, komunitas kita adalah yang terbaik sehingga kita memandang rendah orang dari gereja yang berbeda.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan tentang bagaimana pemahaman kita tentang Tubuh Kristus ini kita terapkan dalam lingkungan di kantor, kampus atau di tempat tinggal kita.
Pembacaan Alkitab Setahun
Mazmur 96-102