SEMUA ORANG TAHU KITA SALING MENGASIHI
Penulis : Budhi Setiawan

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YOHANES 13:33-35
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa “perintah baru” yang diberikan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya?
- Mengapa kasih menjadi tanda utama seorang murid Kristus?
- Bagaimana Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid-Nya?

Malam itu bukan malam yang biasa.
Yesus Kristus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya untuk terakhir kalinya sebelum salib.
Di tengah suasana yang berat, setelah pengkhianatan mulai terjadi dan penderitaan semakin dekat, Yesus tidak memberikan strategi untuk menghadapi dunia, tidak juga meninggalkan kekuatan politik atau kekuasaan.
Ia meninggalkan satu hal yaitu Kasih.
“Supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.”
Perintah ini terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya sangat dalam dan menuntut seluruh hidup.
Yesus tidak berkata, “Kasihilah sesamamu sesuai mereka memperlakukanmu.”
Dunia mengajarkan kasih yang bersyarat seperti mengasihi yang baik kepada kita, menghormati yang menghormati kita, menerima yang menguntungkan kita.
Namun kasih Kristus melampaui semua itu.
Ia mengasihi murid-murid-Nya bahkan ketika mereka belum sempurna.
Ia tetap membasuh kaki mereka walau tahu ada yang akan menyangkal dan mengkhianati-Nya.
Di situlah letak kedalaman kasih Kristus: kasih yang memilih tetap mengasihi sekalipun terluka.
Namun hati yang dingin, sikap acuh, enggan mengampuni, iri hati tersembunyi, dan kepahitan yang dipelihara juga perlahan mematikan kasih.
Kita bisa aktif melayani Tuhan, tetapi kehilangan kelembutan hati terhadap sesama.
Kita bisa sibuk dalam kegiatan rohani, tetapi gagal menghadirkan kasih Kristus dalam rumah, pekerjaan, atau persekutuan.
Yesus berkata bahwa dunia akan mengenal murid-murid-Nya melalui kasih.
Artinya kasih bukan pelengkap kehidupan rohani — kasih adalah inti kesaksian Kristen.
Dunia mungkin tidak langsung memahami khotbah kita, tetapi dunia dapat merasakan ketulusan, pengampunan, perhatian, dan pengorbanan yang lahir dari kasih Kristus.
Kasih sejati selalu menuntut kematian ego, mengampuni ketika hati ingin membalas, tetap mendoakan ketika disalah mengerti, tetap hadir bagi orang lain ketika diri sendiri lelah dsb.

Bagaimana cara membedakan kasih yang tulus dengan kasih yang hanya mencari keuntungan atau balasan? Menurut Anda, bagaimana dunia melihat orang Kristen saat mereka gagal hidup dalam kasih?
Pembacaan Alkitab Setahun
Mazmur 80-85