KASIH YANG MENJADI BUAH KEHIDUPAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:22-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:25.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apakah yang sudah disalibkan dalam hidup kita ketika kita mendeklarasikan bahwa kita adalah milik Allah?
  2. Karena kita adalah milik Allah maka siapakah yang seharusnya memimpin hidup kita?
  3. Kehidupan yang bagaimanakah yang kita alirkan ketika hidup kita senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan merindukan agar kita mengalirkan suatu kehidupan ilahi, yaitu kehidupan-Nya sendiri, yaitu kehidupan kasih karena Allah adalah kasih.

Beberapa hal yang harus kita pahami agar hal tersebut diwujudkan dalam hidup kita diantaranya:

  1. Kita harus memahami bahwa kita adalah milik Kristus dan kedagingan kita telah mati dan disalibkan.
    “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:3-4).
    “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20);
  2. Kita harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan bukan hanya hidup oleh Roh, dengan cara bergaul dengan Roh Kudus.
    Ketika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus dengan cara bergaul dengan Roh Kudus maka kehidupan kita sehari-hari kita akan membuahkan kehidupan buah Roh Kudus yaitu kasih.
    ”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (II Korintus 13:14).
  3. Kita harus mempersembahkan tubuh kita untuk dipakai oleh Tuhan menyalurkan kehidupan-Nya sendiri.
    ”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13).

Ketika kita membangun kehidupan ilahi di dalam Kristus maka kita akan mengalirkan kehidupan Kristus yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Kehidupan ini akan terus mengalir seperti aliran-aliran air yang dapat memberi kehidupan bagi dunia yang sedang gelap ini.

”Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara dimana kasih menjadi buah kehidupan sehari-hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 66-69