TANPA KASIH SEMUA SIA-SIA
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
I KORINTUS 13:1-3
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 13:1.

- Disamakan seperti apakah kita jika dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat tetapi tidak mempunyai kasih?
- Apakah kita berguna jika memiliki karunia untuk bernubuat dan memiliki seluruh pengetahuan dan memiliki iman yang sempurna tetapi tidak mempunyai kasih?
- Apakah faedahnya jika kita membagi-bagikan segala sesuatu bahkan menyerahkan tubuh untuk dibakar tetapi tidak mempunyai kasih?

Tuhan menyatakan bahwa tanpa kasih semua yang kita lakukan adalah sia-sia, tidak berguna dan tidak ada faedahnya. Karena yang terutama dalam kehidupan di dalam Tuhan adalah kasih.
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (I Korintus 13:13).
Beberapa hal di dalam Alkitab penyebab mengapa Allah mengutamakan kasih diatas yang lain, diantaranya adalah:
- Karena Allah adalah kasih sehingga hal-hal apapun yang kita lakukan merupakan realisasi kehidupan Allah sendiri, sehingga semua yang kita lakukan adalah dimulai karena kasih.
”Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (I Yohanes 4:7-8).
”Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (I Yohanes 4:16,19); - Hukum Allah yang utama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama termasuk musuh kita.
”Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31).
”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:43-45).
Itulah sebabnya segala hal yang kita lakukan haruslah dimulai dari kasih yang kita miliki yaitu kasih Allah dan dengan kasih itulah kita bergerak untuk melakukan segala sesuatu sehingga tanpa kasih semuanya sia-sia, tidak ada faedah dan gunanya.
Ketika segala sesuatu kita memulainya dengan kasih maka kita akan mengalami realita Kristus sebab kasih itu merupakan wujud dari realita Kristus.
Oleh sebab itu marilah kita mulai menyadari bahwa segala perkataan, perbuatan dan pikiran kita harus dimulai dari kasih Allah sehingga kita dapat mengasihi orang lain dan mengalirkan kasih.

Diskusikanlah pengalaman saudara dalam komunitas bagaimana pengalaman saudara bahwa tanpa kasih semua yang saudara lakukan menjadi sia-sia.
Pembacaan Alkitab Setahun
Mazmur 40-45