PERKATAAN YANG MEMULIAKAN TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan “perkataan Kristus diam dengan limpah” dalam hati seseorang? Apakah cukup dengan membaca Alkitab sekali sehari?
  2. Apa hubungannya antara hati yang dipenuhi firman dengan kemampuan untuk “saling mengajar dan menegur” sesama (ayat 16)?
  3. Mengapa ucapan syukur disebutkan dua kali (ayat 15 dan 17) sebagai bagian dari hidup yang memuliakan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17).

Coba bayangkan sebuah botol yang penuh dengan air jernih.

Jika botol itu goyah atau terjatuh, yang keluar adalah air jernih.

Sebaliknya, botol yang berisi air kotor akan mengeluarkan air kotor saat diguncang.

Demikian juga dengan hati kita. Yesus sendiri berkata bahwa dari kelimpahan hati, mulut berbicara (Matius 12:34).

Paulus mengajarkan jemaat Kolose bahwa hati mereka harus dipenuhi dengan perkataan Kristus.

Bukan hanya dibaca sekali-sekali, tetapi “diam” – tinggal, menetap, menjadi penghuni tetap.

Ketika firman Tuhan memenuhi hati, secara alami perkataan kita akan menjadi perkataan yang memuliakan Tuhan.

Sebaliknya, jika hati kosong atau diisi dengan hal-hal duniawi, perkataan kita akan mudah menjadi kasar, sia-sia, atau bahkan melukai.

Perkataan kita adalah cermin dari apa yang mengisi hati kita.

Paulus berkata: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.”

Ada dua kata penting: diam (menetap) dan limpah (kekayaan, kelimpahan).

Artinya, firman Tuhan tidak boleh hanya singgah sebentar lalu pergi.

Ia harus menjadi tuan rumah di hati kita.

Ia hadir dalam segala kekayaannya: kebenaran, kasih, hikmat, pengharapan, dan pengampunan.

Ketika hati dipenuhi dengan kekayaan firman, maka perkataan yang keluar akan kaya juga: penuh hikmat untuk mengajar dan menegur sesama, serta meluap dalam nyanyian pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Orang yang hatinya penuh firman tidak akan mudah mengeluarkan kata-kata kotor atau sia-sia, karena lidahnya dikendalikan oleh apa yang memenuhi hati.

Perkataan yang memuliakan Tuhan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga membangun orang lain.

Paulus menyebut dua hal: “saling mengajar dan menegur dalam segala hikmat” dan “bernyanyi bagi Tuhan dalam hati.”

Artinya, persekutuan orang percaya harus saling membangun melalui perkataan.

Ketika kita melihat saudara seiman melakukan kesalahan, kita bisa menegur dengan lembut berdasarkan firman, bukan berdasarkan emosi.

Ketika kita melihat saudara yang sedang lemah, kita bisa menguatkan dengan kata-kata penghiburan dari Alkitab.

Dan nyanyian rohani (baik di gereja maupun di rumah) adalah cara untuk memuliakan Tuhan dengan suara dan hati.

Semua ini terjadi karena firman Tuhan benar-benar “diam” di tengah-tengah persekutuan.

Dua hal Praktis melakukan firman.

Pertama, Isi Hatimu dengan Firman Setiap Hari.

Luangkan waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Alkitab, jangan terburu-buru.

Pilih satu atau dua ayat, lalu renungkan sepanjang hari. Tanyakan: “Apa yang ayat ini ajarkan tentang Tuhan? Apa yang mau Dia katakan kepadaku?” Hafalkan ayat-ayat yang menguatkan.

Dengan rutin mengisi hati dengan firman, secara alami perkataanmu akan berubah menjadi lebih bijaksana dan membangun.

Kedua, Latih Lidah untuk Mengucapkan Syukur dan Pujian.

Setiap kali kamu hendak mengeluh atau berkata negatif, hentikan dan ganti dengan ucapan syukur.

Misalnya, daripada berkata “Aku capek sekali,” coba ucapkan “Terima kasih Tuhan, Engkau memberiku kekuatan hari ini.”

Jika terbiasa mengucap syukur dalam segala hal, perkataanmu akan menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan di hadapan orang-orang di sekitarmu.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana memiliki hati yang melimpah dengan perkataan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 32-35