SETIA BERBUAT BAIK

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 6:9-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan seseorang menjadi “jemu” atau “lemah” dalam berbuat baik? Pernahkah kamu mengalaminya?
  2. Apa arti “panen” yang dijanjikan dalam ayat 9? Apakah selalu berupa balasan materi?
  3. Mengapa Paulus memberi prioritas berbuat baik kepada “kawan-kawan seiman” (ayat 10), meskipun kita juga harus baik kepada semua orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9).

Pernahkah kamu merasa lelah berbuat baik? Mungkin kamu sudah sering menolong orang, tapi tidak pernah dihargai.

Mungkin kamu sudah berusaha bersikap baik kepada teman atau keluarga, tapi mereka tetap saja menyakiti hatimu.

Atau mungkin kamu sudah setia melayani di gereja, tetapi merasa tidak ada hasil yang terlihat.

Paulus tahu persis perasaan ini.

Jemaat Galatia juga menghadapi tantangan: ada orang-orang yang mempersulit mereka, ada ajaran sesat yang melelahkan iman mereka.

Paulus tidak berkata, “Berbuat baik itu mudah.” Sebaliknya, ia mengakui bahwa kita bisa menjadi jemu dan lemah.

Tapi ia mendorong: jangan berhenti. Karena ada masa panen yang dijanjikan Tuhan.

Setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan setia akan membuahkan hasil pada waktunya.

Petani tidak menanam benih hari ini lalu panen besok.

Ia harus menunggu berbulan-bulan, merawat, menyiram, dan membersihkan gulma.

Kadang hujan tidak turun, kadang hama menyerang.

Tapi petani yang sabar dan tekun pada akhirnya akan menuai.

Demikian juga dalam hidup rohani.

Tuhan tidak buta terhadap kebaikan yang kita lakukan dengan tulus.

Entah itu memberi bantuan, mengucapkan kata penghiburan, atau sekadar tersenyum kepada orang yang sedang susah.

Ada masa panen yang sudah Tuhan tentukan.

Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat, tetapi percayalah: “apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai.”

Satu-satunya syarat: jangan menjadi lemah dan menyerah di tengah jalan.

“Selama masih ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan seiman.”

Paulus tidak membatasi kebaikan hanya untuk orang Kristen.

Kita harus berbuat baik kepada semua orang, karena kasih Allah melampaui batas-batas.

Namun, Paulus memberi prioritas khusus kepada “kawan-kawan seiman”.

Mengapa? Karena mereka adalah saudara kita satu Bapa.

Mereka adalah bagian dari tubuh Kristus yang sama.

Jika ada anggota tubuh yang lemah, anggota lain harus menolong. Ini bukan pilih kasih, tetapi tanggung jawab.

Seperti kita lebih dahulu memenuhi kebutuhan keluarga sendiri sebelum memberi ke tetangga.

Di gereja mula-mula, jemaat saling berbagi harta agar tidak ada yang kekurangan.

Prinsip ini tetap relevan: perhatikan saudara seiman yang sedang kesusahan di sekitarmu.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Buat “Komitmen Kecil” Berbuat Baik Setiap Hari.

Kamu tidak perlu melakukan hal-hal besar.

Mulailah dari hal sederhana: mendoakan orang yang susah, mengirim pesan penyemangat, atau membantu pekerjaan rumah tangga.

Lakukan secara konsisten, meskipun tidak ada yang memuji.

Kedua, Carilah Satu Saudara Seiman untuk ditolong Minggu Ini.

Perhatikan lingkungan jemaat atau persekutuanmu.

Apakah ada yang sedang sakit, kehilangan pekerjaan, atau patah semangat? Jangan hanya berkata “Aku akan mendoakanmu”, tapi tawarkan bantuan konkret: bawakan makanan, bantu menjaga anaknya, atau sekadar berkunjung dan mendengarkan keluh kesahnya.

Tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih adalah perbuatan baik yang sangat berharga di mata Tuhan.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana cara praktis menolong dengan tulus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 26-31