MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KASIH
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 5:38-42
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Dalam hukum Taurat dikatakan bahwa mata harus di ganti dengan apa?
- Yesus mengatakan bahwa jika seseorang menampar pipi kiri kita maka apa yang harus kita lakukan?
- Jika seseorang menginginkan jubah kita, maka apa yang harus kita lakukan?
- Apa yang harus kita lakukan kepada yang meminta, dan apa yang harus dilakukan kepada yang meminjam?

Saudara, Yesus Kristus mengajarkan agar kita tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada kita.
Ajaran inilah yang dapat membawa damai bagi dunia, karena jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, dunia akan mengalami kehancuran.
Hal itulah yang sangat diinginkan oleh musuh Tuhan, yaitu iblis atau setan.
Ajaran untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan merupakan ajaran kasih yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul Kristus sejak zaman gereja mula-mula.
Roma 12:21 “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
Yesus dan para rasul telah mengajarkan kasih kepada jemaat gereja mula-mula:
Matius 5:38-42 “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”
Saudara, ayat-ayat firman Tuhan di atas merupakan ajaran Yesus Kristus yang disampaikan kepada para rasul dan murid-murid-Nya pada awal pelayanan Yesus kepada orang banyak, yang dikenal sebagai Khotbah di bukit sebagai dasar pengajaran Kristus.
Ada banyak saudara kita yang berlatar belakang Kedar beralih kepada Kristen karena mereka membaca Kitab Injil.
Mereka membaca tentang kasih yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan juga oleh ajaran para rasul:
Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Saudara, dalam Perjanjian Lama juga diajarkan untuk mengasihi musuh, khususnya musuh secara pribadi:
Amsal 25:21-22 “Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.”
Jadi, sejak Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah mengajarkan kepada orang-orang yang mengenal-Nya agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Tuhan mengajarkan bahwa kejahatan harus dibalas dengan kasih dan kebaikan, seperti yang dituliskan dalam Kitab Amsal.
Sejak Perjanjian Lama, Tuhan mengajarkan agar dunia ini tidak hancur karena kejahatan yang terus dibalas dengan kejahatan.
Jika hal itu terjadi, dunia akan semakin rusak.
Oleh sebab itu, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Tuhan selalu mengajarkan agar kerusakan diputus dengan kebaikan.
Kejahatan selalu membawa kerusakan, sedangkan kasih selalu melakukan kebaikan.
Yesus juga mengajarkan hukum Perjanjian Baru yang menunjukkan bahwa Tuhan Allah sangat mengasihi dunia ini.
Yesus rela berkorban supaya setiap orang berdosa yang percaya kepada Yesus memperoleh pengampunan dan kehidupan kekal. Tuhan memberikan teladan tentang bagaimana membalas kejahatan dengan kasih dan kebaikan, sehingga banyak orang memperoleh pengampunan, disucikan, dipulihkan dan diberkati.
Ketika kita sendiri mengalami pengampunan Allah, maka ajaran untuk membalas kejahatan dengan kasih bukan lagi sesuatu yang sulit.
Kita telah menikmati kasih dan kebaikan Allah melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.
Pengalaman dikasihi oleh Yesus memampukan kita oleh Roh Kudus untuk rela berkorban dan membalas kejahatan dengan kasih, sebagaimana Bapa telah melakukannya melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa sebabnya kita sulit membalas kejahatan dengan kasih, bahkan sering terjadi kejahatan dibalas berkali-kali lipat dengan kejahatan lagi?
Pembacaan Alkitab Setahun
Mazmur 9-16