KASIH SEBAGAI TANDA MURID KRISTUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 13:31-35

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa wujud yang nyata dalam Bapa mempermuliakan anak-Nya Yesus Kristus?
  2. Kemana Yesus akan pergi, apa yang mendahului kepergiannya?
  3. Mengapa saling mengasihi disebut sebagai perintah baru?
  4. Mengapa saling mengasihi sebagai tanda murid Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pada masa Yesus Kristus hidup di dunia, hukum Taurat masih digunakan oleh bangsa Yahudi sebagai kitab suci.

Hukum taurat juga dipakai oleh orang-orang Farisi yang menjadi tokoh-tokoh agama Yahudi.

Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ada tertulis tetapi Dia juga menunjukkan bahwa Dia mengajarkan sesuatu yang lain.

Injil Matius pasal lima mencatat sebagian isi hukum Taurat, dan di dalamnya Yesus dengan jelas menunjukkan bahwa ajaran-Nya berbeda dengan yang tertulis dalam hukum Taurat yang dinyatakan dengan Mesias yang telah datang yaitu Yesus Kristus.

Beberapa hukum itu dikutip oleh Yesus:

Matius 5:21-22 “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”

Matius 5:27-28 “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

Matius 5:31-45 “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Saudara, dari ayat-ayat firman Tuhan di atas, kita belajar bahwa Yesus mengajarkan hukum yang baru, yaitu hukum kasih:

Matius 22:36-40 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Saudara, ajaran Musa yang terdapat dalam hukum Taurat berbeda dengan apa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya dan orang banyak pada waktu itu.

Perbedaan ini membuat orang-orang Farisi dan ahli Taurat membenci Yesus, karena ajaran Yesus tidak sejalan dengan praktik hidup mereka. Bahkan Yesus makan bersama orang-orang berdosa:

Markus 2:15-17 “Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Melalui ajaran dan tindakan Yesus Kristus, maka kebencian orang Farisi semakin meningkat.

Para ahli Taurat dan orang Farisi menjadi sangat marah kepada Yesus sehingga mereka berusaha untuk membunuh Yesus, karena semakin banyak orang yang mengikuti-Nya.

Yesus mempraktekkan kasih kepada orang berdosa, berbeda dengan orang Farisi yang membenci pemungut cukai karena menganggap mereka bekerja untuk penjajah Romawi dengan memungut pajak dari bangsa Israel.

Sikap Yesus sangat berbeda karena Dia menunjukkan kasih secara nyata kepada pemungut cukai dan orang berdosa.

Oleh sebab itu, sudah sepatutnya para murid Yesus mempraktikkan hukum kasih sebagai tanda utama identitas utama murid-murid Kristus. Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang yang mengaku Kristen tidak bisa mengasihi sesamanya, bahkan sesama orang Kristen sering bertikai karena persoalan dunia seperti uang, kedudukan, dan hal lainnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 40-42