TINGGAL DALAM KASIH ALLAH
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
1 YOHANES 4:12-18
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Dengan apa kita tahu bahwa kita berada di dalam Allah?
- Dengan apa kita mengetahui bahwa Allah mengasihi kita?
- Dengan apa, dan mengapa kita berani menghadapi hari penghakiman kelak?
- Apa tandanya bahwa seseorang tidak sempurna mengenal kasih?

Saudara, Yohanes menuliskan sebuah pernyataan tentang kasih Allah, yaitu:
Yohanes 3:16-17 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus menerima meterai sebagai tanda kepemilikan Tuhan atas dirinya.
Rasul Paulus menuliskan hal itu dalam suratnya kepada jemaat di Efesus yang mengajarkan tentang meterai kepemilikan tersebut:
Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Saudara, sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya, maka kita memiliki hubungan sebagai anak dan Bapa.
Sama seperti hubungan Yesus dengan Bapa, demikian juga hubungan kita dengan Yesus dan Bapa.
Yesus menerangkan hal itu melalui tulisan Rasul Yohanes dalam Kitab Yohanes:
Yohanes 14:15-20 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
Kita juga patut mengenal kasih Allah yang tidak terbatas:
Efesus 3:18-19 “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Dan betapa kasih itu juga bersifat tanpa syarat:
Roma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Saudara, dari semua itu menjadi jelas bagi kita bahwa Roh Kudus tinggal di dalam kita, yaitu Roh Allah dan Roh Bapa.
Demikian juga Roh Kristus yang mengajarkan kita untuk menuruti firman-Nya.
Roh Kudus mengingatkan kita akan firman yang telah kita pelajari agar ditaati, dijalankan dan diyakini sebagai janji Tuhan.
Firman yang dinyatakan oleh Roh Kudus menjadi dasar pengharapan dan iman bagi kita ketika berdoa dan berseru kepada Bapa dalam nama Yesus Kristus.
Melalui Roh Kudus pula, firman itu dijelaskan kepada kita supaya kita percaya dan beriman.
Rasul Paulus menuliskan hal tersebut dalam suratnya kepada jemaat di Efesus:
Efesus 3:17 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Saudara, berdasarkan ayat-ayat firman Tuhan di atas, kita mengetahui bahwa saat ini kita hidup di dalam kasih Allah.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan tidak merasakan kasih Allah Bapa? Apakah yang menyebabkan hal itu terjadi?
Pembacaan Alkitab Setahun
Ayub 38-39