MENGASIHI MUSUH SEPERTI KRISTUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 6:27-36

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang harusnya kita lakukan kepada orang yang benci dan memusuhi kita serta mengutuki kita dengan mencaci maki kita?
  2. Apa yang harus kita lakukan kepada orang yang menampar pipi kita dan merampas jubah kita?
  3. Apa yang dilakukan orang berdosa terhadap sesamanya?
  4. Apa yang pantas kita lakukan kepada orang yang meminjam sesuatu kepada kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Tuhan Yesus Kristus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya dengan ajaran yang sangat berbeda dari perintah Musa dalam Perjanjian Lama.

Mengasihi orang yang mengasihi kita dan berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita adalah hal yang biasa dilakukan manusia.

Dengan tegas, Yesus mengatakan bahwa orang berdosa pun melakukan hal yang sama.

Di dunia ini terdapat banyak persahabatan yang dibangun atas dasar kesamaan.

Anggota-anggotanya memiliki pikiran, perasaan dan keinginan yang sama atau sering disebut sejiwa.

Karena itu, muncul berbagai komunitas di sekitar kita.

Ada komunitas yang dibangun berdasarkan hobi, kesamaan nasib, maupun pengalaman hidup yang sama, seperti mereka yang sama-sama mengalami perceraian.

Ada pula komunitas basket yang dibentuk oleh para pecinta dan pemain basket agar mereka memiliki teman pergaulan yang memiliki minat dan kemampuan yang sama.

Di antara mereka berlaku suatu prinsip yang sering disebut sebagai keadilan, yang sebenarnya berakar dari hukum Taurat, misalnya:

Matius 5:38 “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.”

Matius 5:43 “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.”

Saudara, firman yang diajarkan Yesus sangat berbeda dengan firman yang berlaku pada zaman Perjanjian Lama sebagaimana tertulis dalam Kitab Taurat.

Yesus memang menyatakan firman itu, tetapi Dia juga memberikan perintah yang baru:

Matius 5:39 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Saudara, Yesus tidak hanya memerintahkan, tetapi juga memberikan teladan.

Ketika Yesus dianiaya di atas kayu salib, Dia justru mendoakan orang-orang yang menyalibkan-Nya.

Lukas 23:34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”

Ketika Yesus ditangkap, dianiaya dan disalibkan, Dia diperlakukan seperti seorang penjahat.

Dia tidak membenci orang-orang yang menangkap-Nya.

Dia juga tidak memarahi mereka ataupun berusaha melarikan diri dari penangkapan itu.

Semua yang terjadi sesuai dengan nubuat Nabi Yesaya tentang diri-Nya ketika ditangkap, diadili, disiksa dan disalibkan.

Yesaya 52:13-15 “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia–begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi–demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”

Yesaya 53:1-12 “Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”

Yesaya menubuatkan bahwa tubuh Yesus akan menjadi sangat rusak karena dera dan siksaan yang Dia alami.

Kepala-Nya dimahkotai duri, wajah-Nya dipenuhi darah, dan tubuh-Nya lebam karena tamparan serta pukulan.

Kepala-Nya dipukul dengan kayu, sedangkan punggung-Nya penuh dengan bilur-bilur yang berdarah.

Banyak orang Yahudi mengira bahwa Yesus dimurkai oleh Allah karena Dia mengaku sebagai Mesias dan dianggap menghujat Allah.

Padahal, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya.

Di kayu salib terjadi pertukaran yang besar.

Seharusnya kitalah yang menanggung hukuman itu, tetapi oleh kasih Allah, Yesus menanggung semuanya bagi kita.

Yesus dimiskinkan dan ditelanjangi supaya kita menjadi kaya dan memiliki pakaian.

Dia terluka dengan banyak bilur supaya kita memperoleh kesembuhan.

Yesus ditinggalkan oleh Bapa supaya kita tidak pernah ditinggalkan.

Dia dimahkotai duri, yang melambangkan kutuk, supaya kita menerima berkat.

Yesus mati supaya kita memperoleh hidup yang kekal.

Yesaya berkata, “Tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul, dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”

Dalam semua penderitaan-Nya, Yesus tidak marah atas ketidakadilan yang Dia alami.

Sebaliknya, Tuhan Yesus justru menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang menyiksa-Nya.

Dia tidak berteriak dengan sumpah serapah.

Dia hanya berseru karena rasa sakit yang begitu besar, tetapi Dia tidak marah ataupun menyimpan kekesalan.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi murid-Nya meneladani kehidupan-Nya.

Kita tidak membenci orang yang memusuhi dan membenci kita, melainkan mendoakan mereka yang menganiaya kita, seperti yang telah dicontohkan oleh Yesus.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan, memiliki musuh dan dimusuhi orang-orang yang tidak percaya Yesus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 32-34