TEMPAT KUDUSNYA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 3:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa semak duri yang dilihat Musa tidak terbakar?
  2. Apakah makna peristiwa itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Keluaran 3:5  “Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Di padang gurun Midian, Musa melihat semak duri yang menyala tetapi tidak terbakar habis.

Ketika Musa mendekat untuk melihatnya, Tuhan memanggil namanya dari tengah semak itu.

Peristiwa ini bukan sekadar mujizat yang menarik perhatian.

Terdapat pelajaran rohani yang sangat dalam tentang kekudusan Allah, penyembahan, panggilan hidup, dan sikap manusia di hadapan hadirat Tuhan.

Tuhan berkata kepada Musa: “Tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Kalimat ini mengingatkan bahwa ketika Allah menyatakan hadirat-Nya, segala sesuatu berubah.

Tempat biasa menjadi kudus karena kehadiran Tuhan yang kudus.

Di jaman sekarang, banyak orang kehilangan rasa hormat terhadap kekudusan Tuhan.

Penyembahan sering menjadi rutinitas, ibadah dilakukan tanpa kesadaran akan hadirat Allah, dan manusia semakin mudah memperlakukan perkara rohani secara sembarangan.

Karena itu kisah Musa di semak yang menyala menjadi pengingat penting bagi setiap orang percaya.

Ketika Musa mendekat, Tuhan berkata: “Janganlah datang dekat-dekat.”

Ini menunjukkan bahwa manusia berdosa tidak dapat sembarangan mendekati Allah yang kudus.

Hari ini banyak orang berbicara tentang kasih Tuhan, tetapi melupakan kekudusan-Nya.

Allah bukan hanya penuh kasih; Ia juga kudus, mulia, dan agung.

Kekudusan Tuhan berarti: tidak ada dosa dalam diri-Nya, Allah sempurna, Ia terpisah dari segala kejahatan.

Di hadapan Tuhan yang kudus: Musa harus berhenti, Musa harus mendengar, Musa harus melepaskan kasutnya, Musa harus merendahkan diri.

Demikian juga hari ini Tuhan memanggil kita untuk memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan di tempat kudus-Nya, yaitu di secret place kita bersama dengan Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apakah engkau sudah memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan dan bagaimana penerapannya setiap hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 14-16