HIDUP SEBAGAI UMAT PILIHAN ALLAH
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
1 PETRUS 2:9-12
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apakah tujuan Allah bagi kita, setelah kita memperoleh keselamatan?
- Mengapa umat percaya disebut sebagai pendatang dan perantau?
- Apakah yang dimaksud dengan keinginan daging yang melawan jiwa?

Di tengah dunia yang dipenuhi orang yang kebingungan mencari jati diri, Firman Tuhan menyatakan pesan yang sangat kuat bagi orang percaya, “Kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani.”
Ya jati dirikita ada di dalam Allah. Kita adalah umat pilihan Allah.
Dunia menilai status dan jati diri seseorang berdasarkan berapa harta yang mereka miliki, apakah jabatannya, atau pencapaiannya.
Tetapi Tuhan melihat kita sebagai umat milik-Nya sendiri. Kita adalah imamat yang rajani.
Sebagai “imamat yang rajani,” kita memiliki dua tanggung jawab besar:
Pertama kita hidup dekat dengan Allah. Karena seorang imam dia akan hidup di hadapan Tuhan.
Demikian juga orang percaya, kita dipanggil untuk memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dalam doa, kita akan senang membaca Firman, memuji dan menyembah Tuhan, hidup dalam ketaatan.
Firman Tuhan juga menyatakan bahwa kita “bangsa yang kudus”.
Kudus berarti dipisahkan bagi Allah. Ini bukan berarti hidup mengasingkan diri dari dunia, tetapi hidup berbeda dari cara hidup dunia yang berdosa.
Dunia berkata: ikuti keinginan hati, cari keuntungan diri sendiri, balas kejahatan dengan kejahatan, kompromi itu normal.
Tetapi umat Allah dipanggil hidup berbeda: jujur ketika orang lain curang, mengampuni ketika disakiti, menjaga kesucian, hidup dalam kasih dan kerendahan hati.
Di ayat 11, Firman Tuhan juga menegaskan bahwa di dunia ini kita adalah pendatang dan perantau.
Sebagai pendatang dan perantau, kita harus hidup dengan pandangan yang tertuju kepada kekekalan.
Artinya kita akan terbiasa untuk mengutamakan kehendak Tuhan, kita membenci dosa dan tidak menyimpan dosa, kita akan berusaha untuk hidup dipimpin dan diarahkan Roh Kudus.
Kesadaran bahwa dunia ini sementara akan mengubah prioritas hidup kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu ketika situasi di lingkungan, misal di kantor atau di kampus, ada yang menawarkan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Pembacaan Alkitab Setahun
Ayub 5-7