DIPANGGIL MENJADI KUDUS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 1:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana praktis dalam melakukan perintah agar kita menjadi kudus dalam kehidupan kita sehari-hari?
  2. Bagaimana kesadaran bahwa Allah adalah Bapa sekaligus Hakim yang adil dapat memengaruhi cara kita menjalani kehidupan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kata kudus dalam Alkitab mengandung arti “dipisahkan” atau “dikhususkan.” Itu berarti orang yang kudus adalah orang yang hidupnya tidak lagi dimiliki dunia, tetapi menjadi milik Tuhan sepenuhnya.

Sebelum mengenal Kristus, kita hidup mengikuti keinginan daging, dosa, dan cara hidup dunia. Tetapi setelah dipanggil Tuhan, hidup kita harus berbeda.

Menjadi kudus bukan berarti mengasingkan diri dari dunia, tetapi hidup berbeda dari nilai-nilai dunia yang berdosa. Orang dunia mungkin terbiasa dengan dusta, kebencian, percabulan, keserakahan, dan kenajisan. Tetapi anak Tuhan dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, kasih, kesucian, dan penguasaan diri.

Jika kita melakukannya, maka kekudusan akan terlihat dalam cara kita berbicara, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita memperoleh dan menggunakan uang, cara kita menjalani hubungan.

1 Petrus 1:16  “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”

Allah meminta kita untuk hidup kudus, karena Allah Kudus. Allah selamanya kudus, sejak dahulu hingga kekekalan, kekudusannya tidak bertambah juga tidak berkurang. Jadi kekudusan adalah natur atau karakter Allah.

Karena kita adalah anak-anak-Nya, maka hidup kita harus mencerminkan karakter Bapa kita.

Firman Tuhan menyatakan agar kita hidup sebagai anak-anak yang taat (ayat 14). Ini menunjukkan bahwa kekudusan berkaitan erat dengan ketaatan kepada firman Tuhan dan pada arahan atau pimpinan Roh dalam batin kita.

Jadi kita tentu tidak ingin hanya tampak terlihat rohani, tetapi tidak mau taat. Karena kekudusan bukan soal penampilan luar, melainkan hati yang tunduk kepada Tuhan.

Panggilan menjadi kudus adalah panggilan untuk hidup berbeda bagi Tuhan. Kekudusan bukan beban, melainkan kehormatan sebagai anak-anak Allah.

Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri, tetapi untuk berjalan setiap hari bersama-Nya, meninggalkan dosa, dan semakin serupa dengan Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dalam kehidupan sehari-hari dan apa yang kau lakukan agar tetap hidup kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 1-4