WASPADA MENJAGA HATI
Penulis : Budhi Setiawan

Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 21:34-36
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Bagaimana Bahaya “Hati yang Sarat”? (ayat 34)
- Bagaimana kekuatan dalam Doa? (ayat 36)

Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam hidup ini, ada satu kepastian yang kita pahami dan percaya sebagai pengikut Kristus, yaitu bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya.
Hanya saja kapan waktu itu tiba, tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi.
Oleh karena itu, Yesus mengingatkan setiap pengikut-Nya untuk senantiasa siap menyambut kedatangan-Nya yang tak terduga ini dalam suasana hidup penuh kasih dan kekudusan.
Caranya adalah dengan menjaga hati.
Menjaga hati itu penting, karena semua perasaan (entah baik atau jahat) bersumber dari hati.
Di ayat 34, Yesus menggunakan kata ”sarat”, artinya: penuh dan berat. Berat karena terlalu banyak beban, yang membuat manusia akhirnya terjerat.
Tuhan Yesus menekankan tiga hal yang sering menyarati hati: pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi.
Ketiganya bisa membuat manusia lengah.
Lengah karena terlalu sibuk. Lengah karena tak lagi memfokuskan diri pada yang terutama dalam hidup, yaitu Tuhan.
Tuhan tergeser oleh hal-hal lain.
Pada Lukas 21:36, hal Ini bukan berarti kita menunggu kedatangan Tuhan yang kedua itu dengan diam, pasif, tanpa aktivitas.
Kita harus berjaga menanti kedatangan Tuhan, sehingga kapanpun Tuhan akan datang, kita siap.
Berjaga-jaga diwujudkan dengan tekun berdoa agar dikuatkan setia menjaga diri dan tidak lengah terjerumus dalam hal-hal duniawi.
Jaga hati, agar hati kita tidak penuh dengan pesta pora, kekecewaan, dendam, iri, dan persoalan hidup lainnya.
Tapi penuhilah hati dengan kehendak Tuhan dan pimpinanNya.

Dari tiga hal yang disebutkan (kesenangan, kemabukan, kekhawatiran), mana yang paling sering menyerang hidupmu? Mengapa? Apa tantangan terbesar untuk hidup “berjaga-jaga” di zaman sekarang? Bagaimana peran doa dalam menjaga hati tetap suci menurut pengalamanmu? Langkah konkret apa yang bisa kamu lakukan mulai minggu ini untuk menjaga kewaspadaan rohani?
Pembacaan Alkitab Setahun
Nehemia 8-9