KEKUDUSAN YANG MEMISAHKAN
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
WAHYU 22:12-15
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 22:12.

- Ketika Yesus datang kedua kalinya ke dunia ini apakah yang dilakukannya bagi kita?
- Siapakah orang-orang yang memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan?
- Siapakah orang-orang yang tinggal diluar dari pohon-pohon kehidupan dan diluar pintu-pintu gerbang?

Tuhan berjanji bahwa pada akhirnya Dia akan memisahkan antara umat-Nya dan bukan umat-Nya ketika di dalam kekekalan, dimana orang-orang yang membasuh jubahnya dari kenajisan dan roh-roh dunia ini akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang kekekalan tetapi anjing-anjing dan tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukan dusta akan tinggal diluar pintu gerbang kekekalan. Tuhan sendiri yang membuat pemisahan.
Oleh sebab itu, Tuhan ingin agar kita hidup di dalam kekudusan karena kekudusan dapat membedakan antara orang benar dan orang berdosa.
Hidup kita dipisahkan dari pola hidup dunia ini dan menjadikan Tuhan sebagai Allah dan Bapa kita.
“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” (II Korintus 6:16-18).
Kita memang masih tinggal di dunia ini, namun kita harus memisahkan diri dari dunia ini maksudnya adalah kita harus memiliki pola pikir, gaya hidup, perkataan dan perbuatan yang berbeda dari dunia ini dimana kita merepresentasikan pola pikir, gaya hidup, perkataan dan perbuatan Bapa.
Dalam hal perkataan maka Tuhan ingin agar kita selalu memiliki perkataan jujur dan bukan dusta, demikian juga perbuatan.
Dunia mengajarkan bahwa dusta itu tidak apa-apa demi keselamatan atau demi ada jalan keluar di masa-masa atau keadaan yang terjepit.
Namun Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa ”jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak karena selebihnya berasal dari si jahat”, bahkan di dalam kehidupan umat Tuhan pun Tuhan ingin supaya kita tidak saling berdusta.
”Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.” (Kolose 3:9).
Dan kekudusan inilah yang memisahkan kita dari dunia ini walaupun kita masih tinggal di dunia ini yang membuat kita berbeda dari dunia ini.
”Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (I Petrus 1:15-16).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami pemisahan dari dunia ini karena hidup kudus dalam perkataan dan perbuatan.
Pembacaan Alkitab Setahun
Ezra 8-10