MENJAGA KEPERCAYAAN ROHANI

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:18-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dipesankan oleh rasul Paulus kepada Timotius?
  2. Kebajikan yang seperti apa yang dikatakan Rasul Paulus sebagai cara untuk mengumpulkan harta di sorga?
  3. Apa yang seharusnya dihindari?
  4. Mengapa pengetahuan tertentu harus dihindari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, sebagai anak-anak Tuhan, Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus:

Efesus 2:8-10 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Dari ayat Firman Tuhan di atas, kita belajar bahwa Tuhan yang Mahamulia sangat mengasihi kita.

Dia memilih kita dan menetapkan kita untuk berbuah, bahkan menghendaki agar kita menghasilkan buah yang tinggal tetap.

Apakah buah yang tinggal tetap itu? Buah yang tinggal tetap adalah jiwa manusia, kasih, dan Firman Tuhan yang tinggal tetap.

Jiwa manusia akan kekal di surga atau kekal di neraka.

Mereka yang percaya kepada Yesus Kristus akan memperoleh hidup kekal di surga, sedangkan yang tidak percaya akan hidup kekal di neraka.

Oleh karena itu, Bapa kita, Yesus Kristus sangat mengasihi kita, sehingga Ia memilih kita menjadi kawan sekerja yaitu sahabat-Nya untuk melaksanakan Amanat Agung Kristus yaitu pergi memuridkan seluruh bangsa.

Tugas mulia ini kita kerjakan di bawah pengurapan Roh Kudus, karena tanpa kuasa Roh Kudus, pekerjaan ini mustahil dilakukan.

Namun, di dalam Yesus Kristus tidak ada yang mustahil; demikian juga tidak ada yang mustahil bagi setiap orang percaya.

Oleh karena itu, kita sebagai murid-murid Yesus Kristus di zaman akhir ini, marilah kita melaksanakan apa yang telah Yesus percayakan kepada kita.

Namun, memuridkan bukanlah syarat untuk masuk surga. Kita diselamatkan hanya karena iman.

Memuridkan adalah bagian dari ketaatan yang akan menerima upah di surga.

Ini menjadi bukti bahwa kita dilibatkan dalam pelaksanaan Amanat Agung Kristus.

Untuk melaksanakan Amanat Agung tersebut, Tuhan memperlengkapi dan mempercayakan kepada kita beberapa hal.

Kita adalah ciptaan Allah. Tuhan memberikan kepada kita bakat dan talenta yang berbeda-beda.

Ada yang berbakat menyanyi, menari, melukis, atau memiliki kemampuan dalam matematika dan sejarah.

Bakat-bakat ini diberikan kepada semua orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya.

Namun, di dalam Yesus Kristus, Allah juga menganugerahkan kelahiran baru ketika kita percaya.

Kita dijadikan ciptaan baru di dalam Kristus, dan kepada kita dianugerahkan:

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Tuhan menganugerahkan Roh Kudus sebagai jaminan bahwa Allah menghendaki kita sepenuhnya menjadi milik-Nya.

Bapa rindu agar kita semakin serupa dengan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita menjaga kepercayaan yang telah Bapa berikan kepada kita, yaitu bakat dan karunia Roh Kudus, untuk melaksanakan Amanat Agung Kristus.

Kita tidak harus menjadi pendeta atau pemimpin sinode, jadilah profesional sesuai dengan bakat dan talenta yang Tuhan berikan.

Jagalah agar karunia dari Bapa, yaitu Roh Kudus, tetap menyala dalam hati kita, dan layanilah Tuhan melalui profesi kita.

Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Tuhan telah memeteraikan kita dengan Roh Kudus. Roh Kudus adalah nafas Allah yang penuh kuasa, yang diam di dalam hati dan hidup kita.

Karena itu, jagalah apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada anak-anak Tuhan yang mengalami kebangkrutan atau kegagalan dalam usahanya?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 9-12