PERCAYA DAN TIDAK BIMBANG

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 11:20-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam kehidupan saat ini, pohon ara yang kering bisa diibaratkan apakah?
  2. Bagaimana prinsip “memindahkan gunung” dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat di suatu tempat, mereka melihat pohon ara yang sudah kering sampai ke akar-akarnya.

Dan sebuah pohon yang kering tentu tidak bermanfaat untuk apa pun kecuali mungkin untuk kayu bakar.

Saat ini disebabkan oleh berbagai permasalahan, baik karena kebijakan pemerintah yang kurang tepat, karena perubahan teknologi yang kurang diantisipasi oleh pelaku bisnis besar maupun pengusaha mikro.

Banyak orang yang tiba-tiba terkejut ketika melihat omset bisnisnya turun.

Hingga bisnisnya mengalami “kekeringan sampai ke akar-akarnya”, ini untuk menggambarkan bisnis yang sungguh-sungguh terpuruk hingga kalau dilanjutkan hanya akan menambah kerugian, tetapi kalau ditutup pun akan langsung membukukan kerugian besar.

“Kering sampai ke akar-akarnya” adalah gambaran keterpurukan yang mendalam, baik dalam dunia usaha, masalah kesehatan atau masalah rumah tangga.

Tetapi dalam situasi ini, Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”

Ya, ketika kita tidak mampu lagi untuk berbuat dan berusaha, maka itu adalah saat dimana kita perlu segera berseru mohon pertolongan Tuhan.

Tetapi bukan sekedar berseru, kita berseru dan percaya bahwa Allah mampu melakukan hal-hal yang mustahil bagi manusia.

Gunung yang berpindah adalah hal yang mustahil bagi manusia, tetapi tidak bagi Allah.

Allah mampu dan mau melakukan hal yang mustahil bagi manusia.

Jadi ketika kita menghadapi gunung masalah ekonomi, gunung masalah rumah tangga, gunung masalah kesehatan.

Tuhan meminta untuk kita berseru dan meminta. Yesus mengatakan, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Iman yang sejati memang tidak menunggu bukti, iman yang sejati adalah percaya ketika belum melihat bukti sedikit pun terjadi dari apa yang kita doakan.

Lalu darimana datangnya iman? Ingat apa yang Rasul Paulus tulis dalam kitab Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Firman Allah yang tertulis dan kemudian kita Yakini, itu adalah dasar kita percaya atas apa yang Allah janjikan kepada kita secara personal!

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu memperoleh iman dari membaca dan merenungkan Firman.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 3-5