BUKAN SEKEDAR BERSERU NAMA TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:21-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:21.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga?
  2. Menurut saudara, apakah alasan bagi Tuhan untuk menolak orang yang telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mukjizat demi nama Tuhan?
  3. Dengan apakah dapat disamakan bagi orang-orang yang tidak melakukan kehendak Bapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir ada banyak orang yang berseru kepada-Nya: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu,  tetapi Tuhan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Hal itu terjadi karena ternyata Tuhan lebih menginginkan pengenalan akan Tuhan daripada membuat mukjizat, karena setanpun dapat melakukan hal-hal mukjizat, karena orang yang kenal Tuhan adalah orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan.

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”  (Yakobus 2:19-20).

Jadi Tuhan ingin agar kita melakukan kehendak Tuhan dan sebelum melakukan kehendak Tuhan tentunya kita harus mengetahui kehendak Tuhan dan kehendak Tuhan adalah seluruh perkara atau hal dalam Alkitab, yang merupakan perintah-perintah Tuhan.

Dan perintah Tuhan yang utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama termasuk musuh kita.

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:36-39).

”Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44).

Dalam kehidupan umat Tuhan dalam gereja dan rumah tangga sering kali terjadi konflik yang membuat terjadinya perpecahan karena didalamnya masih ada iri hati, kesombongan, kebencian, trauma-trauma serta kehidupan kedagingan yang dapat memicu terjadinya konflik.

Dan konflik-konflik itu dapat menyebabkan kasih diantara umat Tuhan dan dunia ini semakin berkurang. ”Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12).

Itulah sebabnya Yesus memberikan perintah baru kepada kita di dalam kitab Yohanes yang sebetulnya hal itu merupakan perintah Allah yang lama karena sudah Allah perintahkan dalam kitab Ulangan.

”Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.” (I Yohanes 2:7).

”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34).

Oleh sebab itu, marilah kita melakukan perintah Tuhan bukan hanya melakukan mukjizat dan berseru: ”Tuhan, Tuhan”,  tetapi mengasihi orang dalam perbuatan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara hidup untuk mengasihi orang lain bukan hanya dengan perkataan tetapi perbuatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 9-11