KEMENANGAN SALIB ATAS SEGALA KUASA
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KOLOSE 2:12-15
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang dilakukan Allah terhadap “surat hutang” atau daftar dosa yang mendakwa kita di ayat 14?
- Bagaimana cara Kristus mengalahkan penguasa-penguasa gelap menurut ayat 15?
- Mengapa kita tidak perlu lagi merasa takut atau tidak layak di hadapan Tuhan setelah memahami peristiwa salib?

Kota Kolose masa itu terdiri dari berbagai tradisi dan kebudayaan.
Keberagaman budaya dan tradisi ini tentu sangat mempengaruhi perkembangan Kristen di Kolose.
Hal yang lain yang mempengaruhi perkembangan Kristen itu datang dari berbagai ajaran-ajaran sesat yang saat itu sedang berkembang pesat.
Ajaran sesat berupa sinkretisme, yaitu campuran antara filsafat dunia, legalisme aturan agama, dan penyembahan kepada roh-roh atau malaikat.
Hal inilah yang melatarbelakangi Paulus menuliskan suratnya untuk jemaat di Kolose.
Dimana jemaat merasa “kurang lengkap” jika hanya beriman kepada Kristus, sehingga mereka mencari perlindungan pada kekuatan gaib dan aturan lahiriah.
Paulus ingin menegaskan bahwa di dalam Kristus, jemaat sudah memiliki segalanya; mereka tidak memerlukan tambahan ritual atau kekuatan lain karena seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Kristus.
Kemenangan Yesus di atas kayu salib terjadi karena Ia sudah melunasi seluruh hukuman dosa kita secara resmi dan tuntas, sehingga tidak ada lagi “surat utang” bahasa Yunani memakai kata “Cheirographon” yaitu: buku catatan atau surat dakwaan yang berisi rincian semua kegagalan kita dalam menaati hukum Tuhan atau rincian dosa kita.
Yang bisa dipakai oleh iblis untuk menghukum kita. Kemudian oleh Allah dihapuskan dan dipaku di salib hingga lunas.
Di saat yang sama, Kristus melucuti senjata pemerintah-pemerintah gelap, dan menyeret mereka dalam barisan tawanan yang dipermalukan dan menjadikan tontonan umum, layaknya jenderal Romawi yang memamerkan tawanan perang yang kalah.
Salib adalah simbol kemenangan mutlak di mana senjata utama Iblis untuk mendakwa kita telah dirampas dan dihancurkan selamanya.
Dari pembacaan renungan kita hari ini, hal sederhana yang kita bisa lakukan adalah mari kita percaya diri dan berhentilah hidup dalam ketakutan terhadap ramalan buruk, ancaman krisis, atau tekanan dunia atau kehidupan yang sering membuat kita merasa tidak layak.
Karena “daftar kesalahan” kita sudah dipaku mati oleh Yesus di kayu salib, maka Iblis tidak lagi punya hak untuk menuduh dan mendakwa serta menghantui hidup kita dengan rasa bersalah atau kutuk dosa.
Apa pun masalah atau ketakutan yang kita hadapi saat ini, semuanya tidak akan bisa mencuri damai sejahtera hati kita karena Yesus sudah mengalahkan segalanya.

Diskusikan dalam kelompok PA atau persekutuan kita, apa yang saat ini kita takutkan? Kalau ada, kenapa rasa takut itu terus menghantui kita? Percayakah kita bahwa Salib Kristus dapat mengalahkan segala kuasa, termasuk rasa ketakutan kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
2 Samuel 8-12