TUNTAS DI KAYU SALIB

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 19:28-30

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Yesus berkata “Aku haus,” apakah maknanya perkataan Yesus itu, mengingat Dia adalah Anak Allah?
  2. Apa makna penting dari pernyataan “Aku haus” dalam rencana keselamatan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Peristiwa penyaliban Yesus adalah pusat dari karya keselamatan dalam iman Kristen.

Ketika Yesus berkata “Aku haus” hal itu terjadi agar genaplah yang tertulis dalam Alkitab.

Antara lain dapat kita baca di Kitab Mazmur 69:22  “Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.”

Ini menunjukkan bahwa penderitaan Yesus bukan peristiwa kebetulan.

Semua yang terjadi telah dinubuatkan sebelumnya dalam firman Tuhan.

Yesus dengan sadar menjalani penderitaan itu untuk menggenapi rencana keselamatan Allah bagi manusia.

Setiap detail penderitaan-Nya menunjukkan bahwa Allah sedang menggenapi janji-Nya.

Tuhan Yesus tidak hanya menderita secara rohani, dimana Dia harus untuk sementara waktu terpisah dari Allah Bapa, tetapi juga secara fisik.

Yesus disiksa, dipaku di kayu salib, mengalami kehausan yang sangat.

Semua itu Ia tanggung karena kasih-Nya kepada manusia.

Salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga bukti kasih Allah yang besar bagi dunia.

Kemudian ketika Yesus mengatakan “sudah selesai”.

Kata yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah “teleo” yang berarti: selesai sepenuhnya, tuntas, lunas dibayar.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa, hukuman dosa telah ditanggung, harga penebusan telah dibayar, jalan keselamatan telah dibuka.

Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan pada karya salib Kristus.

Keselamatan tidak diperoleh melalui usaha manusia, tetapi melalui karya Kristus yang sudah diselesaikan.

Karena itu, respon yang tepat terhadap karya salib adalah percaya kepada Kristus, hidup dalam ketaatan kepada Firman dan petunjuk Roh Kudus, dan mengikuti-Nya dengan setia.

Di kayu salib, Yesus tidak berkata “Aku kalah.” Ia berkata, “Sudah selesai.”

Dan melalui karya yang telah dituntaskan itu, kita umat percaya memperoleh pengharapan akan masa depan dan kehidupan yang kekal bersama dengan Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apakah engkau pernah meragukan karya Kristus, kalau ya, apa yang engkau lakukan kemudian.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 1-3