MEMBERITAKAN INJIL DALAM KEMURNIAN HATI
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
2 KORINTUS 6:3-8
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apakah contoh dalam kehidupan kita yang justru bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya kepada Kristus?
- Bagaimana kita bisa menjaga integritas supaya hidup kita justru menjadi kesaksian yang baik?

Saudara, memberitakan Injil bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup.
Memberitakan Injil terlebih kepada orang yang mengenal kita, itu dimulai dengan “bersaksi”.
Karena kehidupan seorang pemberita Injil akan menjadi bagian dari pesan yang disampaikan.
Rasul Paulus menyatakan, “Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.” (2 Korintus 6:3).
Seorang pemberita Injil harus menyadari bahwa hidupnya sedang dilihat oleh banyak orang.
Jika kehidupan tidak mencerminkan kebenaran yang diberitakan, maka orang akan sulit menerima pesan Injil.
Kemurnian hati terlihat dari bagaimana integritas dalam perkataan dan tindakan, keluarga yang tinggal di rumah, rekan di kantor, di kampus akan dengan mudah menilai kita dari apa yang kita lakukan.
Jika kita sudah melayani di persekutuan misalnya, maka orang akan melihat apakah kita melayani Tuhan dengan tulus, bukan karena uang atau kedudukan.
Apakah kita melayani dengan rendah hati dan tidak sombong, tidak pamer dengan apa yang kita miliki termasuk talenta dan karunia yang Tuhan berikan.
Pesan Injil menjadi kuat bukan hanya karena kebenaran pesannya, tetapi juga karena kesaksian hidup kita yang menyampaikan pesan tersebut.
Jika Roh Kudus bekerja dalam hati kita, maka pelayanan yang kita lakukan akan dipenuhi oleh kasih yang tulus, motivasi yang benar dan kita akan melayani dengan rendah hati.
Kita akan senang ketika melihat rekan kita melayani dengan lebih baik.
Kita tidak menjadi cemburu atau iri hati.
Ketika kita melayani Tuhan, termasuk ketika kita memberitakan Injil kita bisa menghadapi berbagai penilaian dari orang lain, apakah orang akan menghormati atau menghina kita.
Kita bahkan bisa difitnah atau sebaliknya kita juga bisa dipuji.
Namun seorang pelayan Tuhan tidak boleh bergantung pada penilaian manusia.
Yang terpenting adalah tetap setia kepada kebenaran dan tuntunan Tuhan dalam hidup kita.
Kemurnian hati berarti melayani bukan untuk mencari pujian manusia, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apakah engkau pernah mengalami penolakan karena engkau melayani Tuhan?
Pembacaan Alkitab Setahun
1 Samuel 28-31