DIURAPI UNTUK MEMBAWA KABAR BAIK

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapa kabar baik itu disampaikan?
  2. Untuk tujuan apa pengurapan itu diberikan?
  3. Apa saja bentuk pemulihan yang disebutkan dalam ayat 1–3?
  4. Bagaimana gambaran perubahan dari dukacita menjadi sukacita dijelaskan dalam ayat 3?
  5. Apa maksudnya mereka akan disebut “pohon tarbantin kebenaran”?
  6. Apa tugas yang akan dilakukan oleh orang-orang yang dipulihkan (ayat 4)?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Nabi Yesaya merupakan salah satu bagian paling ikonik dalam Alkitab, sering disebut sebagai “Manifesto Mesianik.” Pesan ini bukan sekadar janji pemulihan bagi bangsa Israel tetapi juga merupakan proklamasi misi yang kemudian digenapi secara sempurna oleh Yesus Kristus (Lukas 4:18-19).

  1. Sumber dan Mandat Pengurapan
    Pengurapan dalam konteks Alkitabiah berarti dikuduskan atau dipisahkan secara khusus oleh Allah untuk tugas tertentu. “Roh Tuhan ALLAH ada padaku”: Ini menunjukkan bahwa misi ini bukan berasal dari inisiatif manusia, melainkan kuasa ilahi. Pengurapan memberikan otoritas (hak untuk berbicara) dan kesanggupan (kekuatan untuk bertindak). “TUHAN telah mengurapi aku”: Di Perjanjian Lama, raja, nabi, dan imam diurapi. Sosok dalam Yesaya 61 ini merangkum ketiga jabatan tersebut sebagai hamba Tuhan yang diutus.
  2. Hasil dari Pengurapan: Transformasi Identitas
    Tujuan akhir dari kabar baik ini bukan hanya agar manusia merasa lebih baik, melainkan agar terjadi perubahan esensi:
    “Pohon Tarbantin Kebenaran”: Mereka yang tadinya lemah dan hancur diubah menjadi pohon yang kuat, berakar dalam, dan kokoh dalam kebenaran.
    “Tanaman TUHAN untuk memperlihatkan keagungan-Nya”: Hidup orang yang dipulihkan menjadi bukti hidup (testimoni) akan kemuliaan Tuhan di bumi.
  3. Dampak Restorasi: Membangun Kembali yang Runtuh (Ayat 4)
    Pemulihan pribadi (ayat 1-3) selalu berujung pada pemulihan komunitas dan lingkungan (ayat 4).
    Membangun Reruntuhan yang Sudah Tua: Tugas orang yang telah diurapi dan dipulihkan adalah memperbaiki apa yang telah rusak selama generasi-generasi sebelumnya.
    Memperbarui Kota-kota yang Sunyi: Ini berbicara tentang restorasi peradaban, budaya, dan tatanan sosial yang hancur akibat dosa atau ketidakadilan.

Makna Bagi Kita Saat Ini

Hal ini menegaskan bahwa Kekristenan bukan sekadar agama “pelarian” ke surga, melainkan panggilan untuk terlibat dalam penderitaan dunia. Diurapi berarti:

  1. Sensitivitas: Memiliki mata yang melihat “orang yang remuk hati” di sekitar kita.
  2. Otoritas: Percaya bahwa Roh Kudus menyertai kita untuk membawa perubahan.
  3. Restorasi: Fokus pada pembangunan kembali (spirit, moral, dan fisik) daripada sekadar mengkritik kerusakan.
  • Siapa saja di sekitar kita yang membutuhkan kabar baik saat ini?
  • Bagaimana cara praktis menyampaikan kabar baik dengan kasih dan kuasa Tuhan?
  • Apa bentuk “membangun kembali reruntuhan” dalam kehidupan rohani maupun sosial masa kini?
  • Bagaimana gereja dapat menjalankan misi Yesaya 61:1–4 di tengah masyarakat?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 9-12