HIDUP BARU DALAM KRISTUS

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 4:20-32

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud Paulus dengan “kamu bukan demikian” dalam bagian ini?
  2. Menurut Surat Efesus 4:20–21, bagaimana seseorang belajar mengenal Kristus?
  3. Apa arti “menanggalkan manusia lama” dan “mengenakan manusia baru” (ayat 22–24)?
  4. Mengapa pembaruan roh dan pikiran penting dalam hidup orang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hidup baru dalam Kristus menurut Efesus 4:20-32 adalah transformasi radikal dari manusia lama menuju manusia baru. Proses ini melibatkan tiga langkah utama:

  • Menanggalkan: Membuang “manusia lama” yang binasa oleh nafsu yang menyesatkan.
  • Memperbarui: Mengalami pembaruan roh dan pikiran secara terus-menerus.
  • Mengenakan: Memakai “manusia baru” yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan.

Paulus memberikan instruksi praktis mengenai perubahan karakter:

Manusia Lama (Tinggalkan)

  • Perkataan: Dusta
  • Emosi: Marah yang berdosa atau pendendam
  • Etika Kerja: Mencuri
  • Komunikasi: Perkataan kotor
  • Relasi: Kepahitan, kegeraman, fitnah

Manusia Baru (Lakukan)

  • Perkataan: Kebenaran
  • Emosi: Marah yang terkontrol (selesaikan segera)
  • Etika Kerja: Bekerja keras dan berbagi
  • Komunikasi: Kata-kata membangun dan berkat
  • Relasi: Keramahan, kasih mesra, pengampunan

Kita dipanggil untuk memperlakukan orang lain bukan berdasarkan apa yang mereka layak terima, melainkan berdasarkan bagaimana Allah telah memperlakukan kita di dalam Kristus.

Roh Kudus yang kita terima menjadi bahan bakar untuk menghidupi “manusia baru” tersebut.

Hidup baru bukan hanya soal etika sosial, tetapi soal relasi kita dengan Tuhan dan Roh Kudus menetap dalam diri orang percaya.

Ketika kita kembali ke pola hidup lama, kita melukai hati Tuhan. Kesadaran akan kehadiran Roh Kudus ini menjadi rem spiritual agar kita tetap hidup dalam kekudusan.

  • Sikap atau kebiasaan lama apa yang perlu saya tinggalkan sebagai bagian dari “manusia lama”?
  • Dalam hal apa saya perlu diperbarui dalam pikiran dan tindakan saya?
  • Apakah saya sudah mencerminkan kebenaran dan kekudusan dalam kehidupan sehari-hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 1-3