MENGUASAI DIRI MENURUT UKURAN IMAN
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 12:1-3
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 12:3.

- Menurut Firman Tuhan hal-hal apakah yang tidak boleh kita pikirkan supaya kita dapat kendalikan pikiran kita?
- Mengapa kita harus menguasai pikiran kita?
- Agar pikiran kita sesuai dengan kehendak Allah maka hal apakah dalam diri kita yang tidak serupa dengan dunia ini?

Perkataan dan perbuatan serta karakter kita sangat ditentukan oleh pikiran kita.
Supaya kita dapat bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus maka kita harus mengelola dan mengatur pikiran kita, sehingga kita tidak berpikir secara dunia atau manusiawi, tetapi berpikir secara ilahi, karena ada banyak anak-anak Tuhan yang sudah lama mengikut Tuhan namun perubahan hidupnya belumlah signifikan.
Untuk memiliki pikiran ilahi maka kita memastikan bahwa kita tidak mau menjadi serupa dengan dunia ini sehingga seluruh pola pikir kita yang lama harus dibaharui secara total.
Sebagai contoh bahwa orang dunia tidak mau mengampuni orang yang sering menyakiti mereka tetapi sebagai orang percaya maka kita harus senantiasa mengampuni orang yang bersalah kepada kita bahkan tujuh puluh kali tujuh dosa orang lain yang bersalah kepada kita harus kita ampuni.
Jika orang percaya belum diperbaharui pikiran mereka maka hal itu menjadi kesulitan bagi mereka, sehingga mereka tidak memahami kehendak dan keinginan Tuhan bahwa pengampunan itu menjadi hal yang penting bagi mereka karena tidak mungkin mereka diampuni oleh Tuhan jika mereka tidak mau mengampuni kesalahan orang lain.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.“ (Roma 12:2).
Oleh sebab itu kita harus senantiasa mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan agar seluruh pikiran duniawi itu diganti dengan pikiran Allah yaitu Firman Tuhan.
Ketika pikiran kita terus diperbaharui maka kita harus menguasainya agar tidak memberi kesempatan kepada iblis untuk menjatuhkan kita lewat kekuatiran, ketakutan dan kecemasan yang membuat kita menjadi “overthinking” sehingga pikiran kita tepat seperti yang dipikirkan oleh Tuhan dalam hal memandang orang lain, persoalan-persoalan dalam hidup serta keadaan-keadaan yang kita hadapi dalam hidup sehari-hari.
Dan dipastikan kita berkemenangan dalam menghadapi situasi dan keadaan-keadaan tersebut.
“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Roma 12:3).
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengisi pikiran saudara sehingga tidak overthinking tetapi sesuai dengan Firman Tuhan.
Pembacaan Alkitab Setahun
Ruth 1-4