DIPIMPIN KEPADA SEGALA KEBENARAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 16:8-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang akan menginsyafkan dunia akan dosa?
  2. Siapa yang akan mengarahkan kita kepada segala kebenaran?
  3. Pesan siapa atau perkataan siapa yang akan diajarkan oleh Roh Kebenaran?
  4. Bagaimana cara Roh Kudus menyampaikan semua perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, dalam bagian firman yang kita baca ini, kita diberitahukan bahwa akan hadir Roh Kebenaran, yaitu Roh Allah, Roh Kudus, Roh Kristus.

Dialah yang akan menginsafkan dunia akan dosa dan penghakiman karena Yesus telah kembali kepada Bapa.

Roh Allah datang untuk menggantikan Yesus dan hadir di dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Efesus 3:16-17 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Saudara, ketika kita percaya kepada Injil keselamatan yaitu firman kebenaran, maka kita diselamatkan.

Rasul Paulus menyatakan hal ini dalam suratnya kepada jemaat di Efesus:

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saudara, Roh Kudus hadir di dalam diri kita dan menyertai kita sepanjang hidup.

Sebagai Roh Kristus, Ia tinggal di dalam kita untuk selama-lamanya.

Ia tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun, Ia tetap menyertai kita.

Saudara, masihkah kita mengingat khotbah bulan lalu tentang peristiwa ketika para murid naik perahu bersama Yesus, lalu tiba-tiba perahu mereka diterpa angin yang besar?

Markus 4:35-41 “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Saudara, di dalam perahu itu ada Yesus.

Namun ketika angin taufan mengamuk, Yesus justru tidur dengan tenang di buritan kapal.

Peristiwa ini seperti keadaan yang dialami anak-anak Tuhan saat ini.

Ketika kita bekerja dan menghadapi kesulitan, maka kita menjadi panik dan berusaha dengan segala cara.

Kita mengerahkan seluruh pikiran, tenaga, dan kemampuan kita.

Dalam kepanikan itu, tanpa sadar kita membiarkan Roh Kudus yang ada di dalam hati kita diam, bahkan berdukacita karena kita mengabaikan kehadiran Yesus di dalam diri kita.

Kita terus berpikir dan berjuang menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri, tetapi tidak berseru kepada-Nya.

Kita sibuk dengan usaha kita sendiri, sementara Roh Allah yang tinggal di dalam hati kita kita abaikan—padahal Ia siap menolong.

Mazmur 50:15 “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”

Janji Tuhan adalah ya dan amin.

Ketika kita berseru kepada-Nya, maka Yesus datang untuk menolong.

Ia tidak pernah menolak siapa pun yang datang kepada-Nya.

Dalam peristiwa di perahu itu, para murid bahkan menuduh Yesus tidak peduli jika mereka binasa.

Tuduhan itu sungguh tidak pantas, dan muncul karena mereka ketakutan.

Saudara, Roh Kudus ada di dalam kita.

Mengapa kita sering mengabaikan Dia? Kita membiarkan Roh Kudus diam, karena kita tidak menyapa-Nya.

Masihkah kita ingat sebuah nyanyian yang berkata, “Yesus itu sejauh doa”? Artinya, Yesus dekat ketika kita berseru dan menyapa Roh Allah.

Karena itu, ketika kesulitan datang, kita boleh berseru kepada-Nya dan meminta pertolongan.

Apa pun persoalan kita, Roh Allah akan menuntun dan mengarahkan kita agar kita mengetahui dan mengerti kehendak-Nya.

Yesus pernah mengatakan hal ini, dan perkataan-Nya dituliskan oleh Rasul Yohanes:

Yohanes 14:26 “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Apa pun persoalan yang kita hadapi, Roh Kudus dapat membimbing kita untuk mengingat segala sesuatu yang pernah kita pelajari. 

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa terhubung dengan Roh Allah, Roh Kudus, Roh Kristus.

Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Untuk itulah, kita perlu dengan sungguh-sungguh belajar firman Allah, membacanya dengan baik seperti yang diprogramkan oleh gereja kita melalui pembacaan Alkitab setiap hari.

Rasul Paulus juga menasihatkan Timotius, murid dan anak rohaninya, dengan berkata:

2 Timotius 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Saudara, ketika kita senantiasa terhubung kepada Roh Kudus dan rajin membaca Alkitab, maka kita akan diarahkan untuk memahami seluruh kebenaran Allah.

Haleluya, puji Tuhan. Amin.

Apakah sebabnya ada anak-anak Tuhan yang sudah lama mengalami kelahiran baru, tetapi tidak mengalami pertumbuhan rohani?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yosua 5-8