DITUNTUN OLEH ROH KUDUS
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MAZMUR 143:8-10
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang Daud minta agar Allah beritahukan kepadanya setiap pagi? (Ayat 8)
- Mengapa Daud menyerahkan hidup dan jalannya kepada Allah? (Ayat 8–9)
- Siapa yang diminta Daud untuk menuntun hidupnya di jalan yang rata? (Ayat 10)

Mazmur 143 merupakan mazmur ratapan pribadi yang mengungkapkan atau mengekspresikan kesedihan, tekanan, permohonan bimbingan, dan pergumulan rohani Daud.
Mazmur ini kemungkinan ditulis sebelum ia menjadi raja sepenuhnya, ketika menghadapi ancaman nyata, seperti kejaran Raja Saul atau serangan bangsa-bangsa lain, sebelum masa pemberontakan Absalom.
Luar biasa sikap dan respons hati Daud.
Dalam situasi yang penuh ancaman, ia tidak pernah sekalipun mengutuki Tuhan maupun musuh-musuhnya.
Ia justru mengekspresikan tekanan batinnya melalui bermazmur dan berdoa.
Daud percaya kepada kasih setia Tuhan (Kata Ibrani ḥesed “kasih perjanjian”, loyalitas Allah, kesetiaan yang tidak berubah).
Kasih setia inilah yang menjadi dasar ia bergantung sepenuhnya kepada Allah dan mencari tuntunan moral serta rohani.
Daud menyadari bahwa musuh yang dihadapinya nyata, tetapi ia tidak mencari perlindungan pada manusia.
Hanya kepada Allah ia berlindung.
Dengan rendah hati ia memohon tuntunan Roh Tuhan agar tetap mampu melakukan kehendakNya, sekalipun berada dalam tekanan, ancaman, dan pergumulan.
Belajar dari kisah Daud, kita menyadari bahwa musuh yang kita hadapi saat ini mungkin berbeda dengan musuh yang dihadapi Daud pada zamannya.
Jarang sekali ancaman itu datang secara fisik, seperti yang dialami Daud, tetapi musuh kita kini sering berbentuk sikap hati, pilihan, dan respon kita sendiri ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami pencobaan, tekanan, atau pergumulan dalam berbagai bidang hidup, baik ekonomi, kesehatan, usaha, studi, maupun pekerjaan.
Pertanyaannya adalah, apakah kita menanggapi situasi itu seperti Daud, dengan berdoa, bermazmur, bergantung kepada Allah, dan meminta pertolongan serta tuntunan Roh Kudus?
Atau kita justru mengandalkan kekuatan sendiri atau bantuan manusia semata?
Perenungan ini mengajak kita untuk belajar menyerahkan setiap langkah kepada Tuhan, percaya bahwa Dia menuntun kita di jalan yang benar meski pergumulan datang silih berganti.
Mari kita terus menghidupkan karya Roh Allah yang ada di dalam hati setiap orang percaya.
Janganlah kita berfokus pada besarnya masalah atau pergumulan yang sedang kita hadapi, melainkan kepada Dia yang berkuasa dan sanggup menolong serta memimpin langkah hidup kita.

Diskusikan dalam kelompok PA atau persekutuan kita, bagaimana kita dapat hidup dalam tuntunan Roh Kudus setiap hari?
Pembacaan Alkitab Setahun
Ulangan 30-31