ROH KUDUS SUMBER ALIRAN AIR HIDUP
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YOHANES 7:37-39
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa arti datang dan minum kepada Yesus bagi orang yang haus secara rohani?
- Bagaimana Roh Kudus yang dijanjikan Yesus membuat hidup orang percaya menjadi sumber air hidup bagi orang lain?

Tuhan Yesus mengatakan: “…Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”
Ini tentu bukan berbicara tentang haus atau dahaga dimana kerongkongan kering dan dia butuh air segera.
Jika ini yang terjadi orang akan segera ke dapur dan membuka lemari es untuk segera minum.
Haus yang dimaksud adalah haus secara rohani.
Orang bisa merasa hidupnya hampa, tidak puas, atau tidak bermakna.
Dan kehausan seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status sosial.
Seorang yang sudah berhasil menyelesaikan studi, memiliki pekerjaan yang baik, memiliki rumah dan kendaraan, tetapi dia bisa merasa bahwa ada kekosongan dalam jiwanya yang membuat dia merasa gelisah dan tidak ada sukacita.
Kehausan ini pun bisa dialami oleh seorang pelayan Tuhan.
Dia merasa doanya kepada Tuhan terasa kering, membaca Firman tetapi tidak lagi memahami apa yang dibaca, masih tetap beribadah tetapi menyadari bahwa hal itu semata karena kewajiban.
Dan akhirnya dia menyadari bahwa hatinya terasa sangat hambar.
Ketika menghadapi situasi seperti ini ada orang yang berusaha untuk membuat pengalihan, misalnya orang mencoba mencari hiburan berlebihan, baik melalui media sosial, film, game.
Atau bisa saja dia menyibukan diri dengan kerja yang ekstrem, atau melakukan berbagai aktivitas sosial.
Tetapi mungkin ada juga yang kemudian menjadi lebih pendiam, mengurangi interaksi dengan keluarga dan teman, hingga akhirnya mengurung diri.
Jika hal ini terjadi maka yang paling tepat adalah datang kepada Yesus.
Masuk dalam kamar, naikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
Pemazmur menyatakan “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4).
Tuhan bersemayam di atas puji-pujian.
Sehingga ketika kita memuji dan menyembah Tuhan, maka kita akan segera merasakan kehadiran-Nya.
Dan bukankah kehadiran Tuhan yang orang butuhkan ketika dia merasa haus, hambar, putus asa.
Datang kepada Yesus maknanya adalah datang pada hadir-Nya, bersekutu menikmati kasih dan kehadiran-Nya.
Mungkin kita tidak banyak berkata-kata, tetapi kita akan lebih banyak menikmati kehadiran-Nya dan mendengar suara-Nya.
Dan mendengar disini bukan berarti harus mendengar dengan telinga kita, tapi kita bisa mendengar dari kesan atau suara lirih yang berbisik dalam hati kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana praktik mendengar suara Roh dalam batin kita.
Pembacaan Alkitab Setahun
Ulangan 14-16