JANJI PENCURAHAN ROH KUDUS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 44:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita tidak perlu takut jika kita percaya bahwa Tuhan yang menciptakan dan membentuk kita sejak dalam kandungan?
  2. Apa arti janji Tuhan mencurahkan air ke tanah yang haus dan Roh-Nya ke atas keturunan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada masa itu, bangsa Israel sedang mengalami masa sulit, mereka ada dalam masa pembuangan, mengalami kekeringan rohani, dan kehilangan harapan.

Namun di tengah kondisi tersebut, Tuhan menyatakan kasih-Nya: “Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!” (Yesaya 44:2).

Allah tidak menuntut, tetapi Allah sedang mengingatkan bahwa Dia adalah Allah Pencipta dan Penolong.

Demikian juga di masa kini, banyak orang yang mengatakan bahwa tahun 2026 ini sebagai tahun yang sukar, khususnya dalam bidang ekonomi ditambah lagi banyaknya bencana alam yang sudah dan yang akan terjadi.

Tetapi bagi kita yang percaya, maka janji Tuhan dalam Yesaya 44:3 akan berlaku: “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.”

Tuhan berjanji untuk memelihara umat-Nya, juga di masa yang sukar.

Hal itu akan terwujud, jika kita sebagai umat percaya.

Bukan sekedar percaya, bahwa Firman itu diucapkan Allah, tetapi juga percaya bahwa bagian Firman yang kita baca kalau itu adalah sebuah janji.

Kita percaya bahwa janji itu juga bagi kita secara pribadi. Itulah yang disebut ketika Firman (Logos), menjadi Firman yang hidup (Rhema).

Air dan hujan yang dicurahkan, adalah dari berkat dan pertolongan Tuhan bagi umat-Nya yang sedang mengalami kekeringan finansial, kekeringan jiwa (stress, depresi), maupun kekeringan rohani.

Tetapi selain air, Firman tersebut juga menyatakan bahwa Roh Kudus akan dicurahkan atas keturunan kita.

Ini sesungguhnya adalah janji yang luar biasa, entah kita yang sudah menikah dan memiliki keturunan, tetapi juga bagi kita yang sekalipun belum atau tidak menikah tetapi memiliki keturunan rohani.

Janji Tuhan bahwa ke atas mereka, Roh Kudus akan dicurahkan.

Pencurahan Roh Kudus atau masa Pentakosta menandai awal era gereja dimana Allah memberikan kuasa kepada para murid untuk menjadi saksi.

Di masa kini, pencurahan Roh Kudus berarti kelanjutan karya Allah yang memberikan keberanian dan kuasa bagi umat-Nya untuk bersaksi.

Juga kuasa yang akan mengubah perilaku dan karakter kita sehingga semakin menyerupai Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang telah Roh Kudus perbuat dalam kehidupanmu.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 8-10