KITA SEBAGAI TEMPAT HADIRAT-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 3:11-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 3:16.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang harus menjadi dasar kehidupan kita dan dari bahan apakah kita membangunnya?
  2. Mengapa harus dibangun dengan dasar Yesus Kristus dan bahan-bahannya emas, perak dan batu permata?
  3. Sebagai apakah kita ketika membangun kehidupan kita diatas dasar Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa Dia akan menggoncangkan bumi tetapi di masa yang akan datang Tuhan juga akan menggoncangkan langit juga.

Hal itu terjadi untuk membuktikan bahwa hanya yang dibangun dalam Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).

Oleh karena itu kita harus meletakkan dasarnya sebelum membangunnya.

Dan dasar yang utama adalah Yesus Kristus karena dasar-dasar yang lain pastilah tergoncangkan.

Dasar utamanya adalah Yesus Kristus dan bukti bahwa kita memiliki dasar Yesus Kristus adalah kita selalu mendengar dan melakukan perkataan-perkataan Kristus dimana kita membangunnya diatas dasar batu, tidak tergoncangkan.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Matius 7:24-25).

Kemudian kita juga harus memperhatikan bahan-bahan yang harus dipakai untuk membangunnya, haruslah emas, perak dan batu permata dan bukan kayu, rumput kering atau jerami supaya tidak hangus oleh api yaitu karakter dan kasih.

”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1:5-8).

Ketika kita membangun dengan benar dan sesuai dengan pola Tuhan, maka kita dijadikan rumah atau tempat kehadiran Tuhan baik secara pribadi maupun tubuh Kristus.

”Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8).

”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:3).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan rohani yang membuat saudara dapat merasakan bahwa saudara adalah tempat kehadiran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 26-27