DIURAPI UNTUK MEMBAWA PEMBEBASAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 4:16-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Yesus dalam nas ini, apa tujuan dari pengurapan Roh Tuhan?
  2. Aspek mana dari misi Yesus (kabar baik, pembebasan, penglihatan, pembebasan tertindas) yang paling relevan dengan konteks masyarakat di sekitarmu saat ini?
  3. Langkah praktis apa yang dapat kamu ambil minggu ini untuk menjadi alat pembebasan dalam satu aspek tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19)

Lukas mencatat bahwa Yesus tumbuh dalam ketaatan dan hikmat (Lukas 2:52).

Kembali ke Nazaret, tempat Ia dikenal sebagai “anak tukang kayu,” Yesus memilih momen yang penuh makna untuk secara resmi menyatakan misi-Nya.

Ia melakukannya bukan di istana atau Bait Allah di Yerusalem, tetapi di rumah ibadat kecil di kota kecil, di tengah orang-orang yang mengenal-Nya sejak kecil.

Latar belakang ini mengajar kita bahwa panggilan dan pengurapan ilahi seringkali dinyatakan dalam konteks yang akrab dan biasa.

Allah memilih untuk memulai revolusi kasih karunia-Nya dari tempat yang tidak terduga, melalui pribadi yang dianggap biasa, dengan sebuah manifesto yang mengubah sejarah: pembebasan telah tiba.

Kehadiran dan pengurapan Roh Tuhan selalu bertujuan untuk pelayanan pembebasan.

Yesus menyatakan, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku”.

Pengurapan ini bukan untuk kemuliaan pribadi, status, atau kekuasaan, tetapi untuk sebuah misi: menyampaikan kabar baik, memberitakan pembebasan, memulihkan penglihatan, dan membebaskan yang tertindas.

Ini adalah pola ilahi.

Jika kita mengaku memiliki Roh Kristus, maka hidup kita juga harus diarahkan untuk tujuan yang sama: menjadi alat pembebasan di dunia yang masih terbelenggu oleh dosa, keputusasaan, ketidakadilan, dan penindasan dalam berbagai bentuknya.

Keperkasaan rohani diukur dari dampak pembebasannya bagi orang lain.

Misi pembebasan yang holistik. Yesus tidak hanya datang untuk “menyelamatkan jiwa” dalam artian yang sempit. Ia datang untuk:

  • Menyampaikan kabar baik kepada orang miskin (pengharapan bagi yang bangkrut secara materi dan rohani).
  • Memberitakan pembebasan kepada orang tawanan (kebebasan dari dosa, adiksi, dan pola pikir yang menghambat).
  • Penglihatan bagi orang buta (pemulihan perspektif, tujuan, dan pengenalan akan kebenaran).
  • Membebaskan orang yang tertindas (pembelaan terhadap yang lemah dan terinjak).
  • Misi-Nya menjangkau seluruh aspek manusia yang rusak. Ini berarti gereja dan setiap pengikut Kristus dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan yang memulihkan secara utuh—memberitakan Injil dan bertindak adil, menyembuhkan hati dan menolong yang lemah.

Hal-hal  Praktis untuk Melakukan Firman Pertama, Kenali dan Gunakan “Pengurapan” Anda di Lingkungan Anda.

Seperti Yesus di Nazaret, lihatlah di sekelilingmu.

Di lingkungan keluarga, pekerjaan, atau komunitasmu, bidang apa yang membutuhkan “kabar baik” atau “pembebasan”?

Apakah ada orang yang “miskin” secara relasi, “tertawan” oleh kebiasaan buruk, atau “tertindas” secara emosional?

Jadilah saluran pengurapan Roh dengan mendekati mereka dalam kasih.

Kedua, Jadilah Pembawa Kabar Baik yang Aktif.

Jangan simpan iman Anda untuk diri sendiri.

Bagikan pengharapan dari Firman Tuhan kepada yang putus asa.

Doakan dan bantu mereka yang merasa terbelenggu untuk menemukan kebebasan dalam Kristus.

Itu bisa dimulai dari mendengarkan dan mendoakan.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya melayani dengan penuh pengurapan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 11-13