REALITA KRISTUS MEMBAWA MUKJIZAT KESEMBUHAN
Penulis : Rina Elisabeth

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MARKUS 2:1-12
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Siapa yang digotong oleh 4 orang kepada Yesus?
- Apa yang dilakukan oleh 4 orang ini ketika tidak dapat membawanya kepada Yesus?
- Apa yang Yesus katakan ketika melihat iman mereka?
- Hal apakah yang terjadi kemudian kepada orang lumpuh tersebut?

Saudara-saudara..
Ketika kita mendengar orang terkasih kita dinyatakan sakit, apalagi diagnosanya menyatakan keluarga kita mengalami sakit yang kritis, respon alamiah kita adalah: sedih, menangis, dan berpikir hal apakah yang akan kita usahakan untuk memberikan yang terbaik.
Rumah sakit mana yang terbaik, dokter mana yang terbaik, pengobatan terbaik apa yang bisa dilakukan bagi keluarga kita sehingga keluarga kita dapat mengalami kesembuhan bahkan mujizat sembuh total.
Kisah Matius 2 ini menceritakan seorang lumpuh yang dibawa oleh empat sahabatnya dengan cara membongkar atap dikarenakan tidak ada lagi tempat karena banyak orang berkerumun.
Mereka menunjukkan iman mereka dengan tekad yang luar biasa.
Disinilah Yesus menyatakan pribadi-Nya, melihat iman keempat sahabat orang lumpuh itu.
Yesus menyatakan kuasa-Nya dengan mengampuni dosa dan memberikan kesembuhan bagi orang yang lumpuh itu.
Sehingga mukjizat yang dialami orang lumpuh ini bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah bagi dunia ini.
Kehadiran-Nya dinanti-nantikan oleh dunia ini untuk dinyatakan.
Kehadiran-Nya memberikan pengharapan yang pasti akan kasih-Nya dan kuasa-Nya bagi seluruh umat manusia.
Setiap orang percaya adalah anak-anak Allah, sahabat Yesus.
“Sebab dengan sangat rindu semua makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan”.
Realita kehadiran Yesus dalam hidup kita yang akan menuntun kita untuk kita bisa menyatakan berkat jasmani dan berkat rohani bagi banyak orang. Kehidupan kita di dalam Yesus yang akan terus mengalirkan kehidupan Yesus.
Belas kasihan akan jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Yesus membuat kita tidak akan pernah diam tetapi bertindak dalam iman.
Mari terus menerus mengalami realita kehadiran Kristus dalam hidup kita yang membawa mukjizat kesembuhan.
Mukjizat yang menyembuhkan adalah tanda kerajaan Allah dinyatakan di tengah-tengah kita.
Bagian kita adalah terus terkoneksi dengan Roh Kudus sehingga kuasa mukjizat-Nya dinyatakan dimanapun kita berada.
Tuhan Memberkati.

Bagaimana respon kita ketika mendengar ada orang yang mengalami kebutuhan kesembuhan? Apa tindakan iman kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
Keluaran 30-32