DATANG KEPADA YESUS DENGAN LAPAR DAN HAUS

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 7:37-44

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. “Haus” seperti apa yang sedang kamu rasakan saat ini, dan bagaimana hal itu mendorongmu untuk datang kepada Yesus?
  2. Menurut pengalamanmu, bagaimana “air hidup” dari Yesus itu berbeda dengan upayamu sendiri untuk memuaskan dahaga jiwamu?
  3. Siapa satu orang di sekitarmu yang mungkin juga “haus”, dan bagaimana kamu bisa menjadi saluran “air hidup” bagi mereka minggu ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37).

Perayaan Pondok Daun adalah pesta yang meriah, penuh dengan ritual, simbol, dan kegembiraan kolektif.

Namun, di tengah kemeriahan itu, Yesus menyadari bahwa banyak hati tetap kosong dan haus.

itual air hanyalah simbol; ia tidak dapat memuaskan dahaga jiwa yang paling dalam.

Dengan berseru pada hari terakhir, Yesus seolah-olah berkata, “Segala simbol dan perayaan ini menunjuk kepada-Ku.

Aku adalah realitas yang sejati.”

Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa kita pun dapat sibuk dengan aktivitas keagamaan, rutinitas ibadah, atau pencarian kesibukan dunia, sementara hati kita sebenarnya kering dan lapar.

Tuhan menawarkan diri-Nya bukan sebagai tambahan dari ritual, tetapi sebagai penggenapan dari segala kerinduan kita.

Kebenaran yang Yesus ajarkan adalah bahwa syarat untuk mengalami pemuasan ilahi adalah kejujuran akan rasa haus.

“Barangsiapa haus” adalah undangan terbuka bagi semua, tetapi hanya mereka yang mengakui, “Ya, aku haus.

Aku tidak puas. Aku butuh lebih dari ini,” yang akan datang.

Tuhan tidak memulai dengan orang yang merasa dirinya kaya dan puas (Wahyu 3:17).

Ia mencari orang yang miskin dan lapar secara rohani (Matius 5:6).

Rasa haus ini adalah anugerah—itu adalah tanda bahwa Roh Kudus sedang menarik kita.

Prinsip ini membebaskan kita dari kepura-puraan. Kita boleh datang kepada Yesus dengan segala kehampaan, kebingungan, dan kegagalan kita, asalkan kita datang dengan sikap percaya bahwa hanya Dialah yang dapat memuaskannya.

Pemuasan yang kita terima bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dialirkan.

Yesus berjanji bahwa dari dalam diri orang percaya akan “mengalir aliran-aliran air hidup.”

Artinya, kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus bersifat meluap dan memberi hidup.

Kita tidak hanya menjadi “kolam” yang tenang, tetapi menjadi “sungai” yang membawa kesegaran, pemulihan, dan kehidupan bagi lingkungan sekitar.

Ketika kita benar-benar dipuaskan oleh kasih karunia dan kehadiran Tuhan, secara alami kita akan menjadi saluran berkat—kata-kata kita menguatkan, tindakan kita membangun, dan hidup kita menjadi kesaksian tentang sumber air yang tidak pernah kering, bahkan di musim kering sekalipun.

Hal-Hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Luangkan Waktu Hening untuk Mengakui “Rasa Haus”.

Setiap hari, berhenti sejenak dan tanyakan pada hati nurani: “Apa yang sesungguhnya kucari?

Apakah aku merasa kering, lelah, atau kosong?” Jujurlah di hadapan Tuhan dalam doa. Katakan, “Tuhan, aku haus. Penuhilah aku dengan Roh-Mu.”

Kedua, “Datang dan Minum” dengan Disiplin Rohani yang Penuh Iman.

“Datang” adalah tindakan percaya.

Bangunlah kebiasaan untuk datang kepada Yesus setiap pagi melalui firman dan doa, bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai seorang yang haus yang mendekati mata air.

Percayalah bahwa saat Anda membaca firman-Nya dan bersekutu dalam doa, Roh Kudus sedang memuaskan dan menguatkan Anda.

Ketiga, Perhatikan “Aliran” itu dengan Menjadi Berkat. Sadarilah bahwa Anda adalah saluran.

Tanyakan, “Bagaimana aku bisa membawa kesegaran dan kehidupan dari Kristus bagi seseorang hari ini?”

Itu bisa melalui sebuah pesan penghiburan, tindakan pelayanan tanpa pamrih, atau kesaksian sederhana tentang kebaikan Tuhan dalam hidup Anda.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, diskusikan bagaimana mengetahui hati yang haus dan lapar akan kebenaran.

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 4-6