KEHIDUPAN BANGKIT DARI RUANG DOA
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
2 RAJA-RAJA 4:33-37
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang dilakukan Nabi Elisa ketika ia tiba di rumah perempuan Sunem?
- Apa yang dilakukan Nabi Elisa terhadap mayat anak perempuan Sunem itu?
- Tindakan apa yang dilakukan Nabi Elisa sehingga anak itu bersin sampai tujuh kali?
- Apa yang dilakukan perempuan Sunem itu ketika ia mengetahui bahwa anaknya hidup kembali?

Saudara, kisah perempuan Sunem ini merupakan pelajaran yang dapat kita renungkan dengan seksama.
Ada saat-saat dalam hidup ketika segala usaha manusia berhenti.
Harapan memudar, logika tak lagi memberi jawaban, dan yang tersisa hanyalah keheningan yang menyakitkan.
Itulah yang dialami perempuan Sunem ketika anaknya meninggal.
Namun, kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan selalu dimulai dari ruang doa.
- Ruang doa adalah tempat penyerahan total
“Sesudah masuk, ditutupnyalah pintu, lalu berdoa kepada Tuhan.” Elisa tidak langsung bertindak di hadapan banyak orang. Ia menutup pintu, memisahkan diri dari suara-suara di sekitarnya, dan membawa persoalan itu hanya kepada Tuhan. Doa bukan sekadar rangkaian kata-kata, melainkan sikap penyerahan total, pengakuan bahwa kuasa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Sering kali kita menginginkan solusi yang cepat, tetapi Tuhan rindu agar kita terlebih dahulu masuk ke ruang doa. Di sanalah iman kita diuji dan ketergantungan kita dimurnikan.
- Doa yang tekun mengundang kuasa Allah bekerja
“Maka naiklah ia ke atas pembaringan itu, lalu membaringkan dirinya di atas anak itu.” Tindakan Elisa menunjukkan doa yang sungguh-sungguh dan tekun. Ia tidak menyerah ketika hasilnya belum terlihat. Bahkan saat belum ada tanda-tanda kehidupan, ia tetap melangkah dalam iman. Doa yang tekun bukan berarti memaksa Tuhan, melainkan menyatakan kepercayaan penuh bahwa Tuhan sanggup bekerja, sekalipun situasi tampak mustahil.
- Kehidupan dipulihkan oleh kuasa Allah
“Anak itu bersin sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.” Kebangkitan itu nyata yang mati menjadi hidup kembali. Tuhan bukan hanya Allah yang menghibur, tetapi Allah yang memulihkan kehidupan. Kuasa-Nya sanggup menghidupkan kembali apa yang kita anggap telah berakhir: iman yang mati, pengharapan yang pudar, bahkan panggilan hidup yang terkubur.
- Kebangkitan membawa penyembahan dan syukur
“Perempuan itu masuk lalu sujud di depan kaki Elisa sampai ke tanah.” Respon perempuan Sunem itu bukan bersorak-sorai, melainkan penyembahan. Ketika Tuhan membangkitkan kehidupan, respon yang benar adalah kerendahan hati dan ucapan syukur. Doa yang dijawab seharusnya membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya.
- Masuklah ke ruang doa
Renungan ini mengingatkan kita bahwa ruang doa bukanlah tempat pelarian, melainkan tempat kebangkitan. Mungkin hari ini ada bagian dalam hidup kita yang terasa mati relasi, pelayanan, iman, atau pengharapan.
Jangan berhenti dalam keputusasaan, masuklah ke ruang doa, tutup pintu, dan datanglah kepada Tuhan.
Sebab kehidupan yang sejati selalu bangkit dari ruang doa.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan sangat sulit keluar dari berbagai masalah dalam kehidupan mereka?
Pembacaan Alkitab Setahun
Kejadian 41-42