INDAHNYA PEMBAWA BERITA KABAR BAIK
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YESAYA 52:7-9
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Jika pembawa kabar baik disebut “indah” karena pesan yang ia bawa, sejauh mana hidup dan langkah kita hari ini benar-benar menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekitar kita?
- Ketika kita melihat pekerjaan Tuhan yang memulihkan dan menebus, apakah respon yang sepatutnya?

Dunia saat ini dipenuhi dengan berita buruk: bencana banjir, gempa bumi, perang, krisis ekonomi, ketidak percayaan pada pemerintah, dan berbagai ramalan tentang buruknya ekonomi di tahun 2026.
Dan berita itu, terutama yang beredar di media sosial, tentu tidak semuanya benar.
Tetapi akibat dari berita tersebut telah menyebabkan banyak orang termasuk orang percaya menjadi kehilangan harapan dan motivasi untuk masa depan.
Itulah sebabnya dibutuhkan pembawa kabar baik, yaitu orang yang dapat memberikan harapan yang baik bagi masa depan.
Kabar baik yang paling utama adalah Injil keselamatan.
Janji pengampunan dosa dan keselamatan kekal melalui karya Kristus di kayu salib.
Injil keselamatan ini dibutuhkan bagi orang yang belum percaya.
Lalu bagi orang yang sudah percaya, mereka juga membutuhkan kabar baik yang mereka butuhkan di tengah berbagai kabar-kabar yang kurang baik yang beredar terutama di media sosial.
Tetapi yang kita butuhkan sebagai umat percaya, bukan sekedar kabar baik misalnya tentang pertumbuhan ekonomi yang meningkat tajam sehingga banyak membuka kesempatan kerja, atau tentang ditemukannya vaksin baru yang bisa mengobati penyakit kronis.
Hal-hal tersebut adalah kabar baik yang menolong fungsi hidup, tetapi tidak menyelesaikan persoalan dosa dan hubungan dengan Allah.
Kabar baik yang berasal dari manusia bisa memperbaiki hidup, tetapi hanya Firman Allah yang mengubah manusia dari dalam.
Kabar baik yang sejati tidak lahir dari dunia, tetapi datang dari surga.
Ia bukan buatan manusia, tetapi anugerah Allah. Kabar baik bukan mengubah dari luar, tetapi mengubah kita dan dimulai dari dalam hati kita.
Dan hari ini, kabar baik itu dipercayakan kepada kita umat percaya untuk disampaikan kepada dunia.
Jika kita terlebih dulu menghidupi atau melakukan Firman dalam kehidupan sehari-hari, maka Firman itu akan memampukan kita untuk menjadi pemberita kabar baik.
Kehidupan kita yang berubah oleh karena Firman, adalah dasar yang kuat untuk kita menjadi pembawa kabar baik.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa menjadi seorang saksi yang efektif dalam menyampaikan kebenaran Firman.
Pembacaan Alkitab Setahun
Kejadian 4-7