KITA ADALAH CIPTAAN BARU

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 5:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dipahami oleh orang yang dikuasai oleh kasih Kristus?
  2. Karena Kristus telah mati untuk semua orang, maka sepatutnya semua orang hidup bagi siapa?
  3. Dengan ukuran apa orang mengukur Kristus hari ini?
  4. Ketika seseorang menjadi ciptaan baru, apa yang sebenarnya terjadi pada orang itu selanjutnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika seseorang mendengar berita kasih karunia, yaitu Injil keselamatan dikabarkan, dan kabar baik tersebut memasuki pikiran dan menimbulkan keyakinan atau dapat dipercaya, maka keyakinan itu menyebabkan timbulnya iman dalam diri orang tersebut.

Iman itu kemudian mendorong seseorang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan.

Alkitab mengatakan bahwa seketika itu juga, Tuhan Allah bereaksi dengan memberikan meterai Roh Kudus ke dalam hidup orang tersebut sebagai tanda kepemilikan Tuhan Allah.

Efesus 1:13-14 ”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saudara, kelahiran kembali membuat seseorang memiliki kemampuan untuk dapat melihat dan memasuki kerajaan Allah.

Yohanes 3:3 ”Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Yohanes 3:5 ”Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Kelahiran kembali menyebabkan seseorang mengalami perubahan status menjadi anak Allah.

Dia memiliki hidup baru, di mana saat ini dia hidup oleh Roh Kudus.

Di dalam hatinya tinggal Roh Kudus, yang berdiam di dalam dirinya. Rasul Paulus menuliskan wahyu Tuhan mengenai orang yang mengalami kelahiran baru itu:

Efesus 3:17 ”sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Orang itu memulai hidup barunya dengan hidup oleh Roh Kudus.

Kehadiran Roh Kudus menyebabkan orang tersebut mengalami berbagai perubahan, sehingga dia menjalani kehidupan baru dan menjadi ciptaan baru, yang lama telah berlalu dan sifat yang baru telah datang.

Rasul Paulus menuliskan pengalamannya:

Efesus 2:2-3 ”Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.”

Dan dia juga berkata dalam tulisannya yang lain:

Roma 7:19-25 ”Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.”

Saudara, oleh iman, kita memperoleh Roh Kudus sebagai meterai kepemilikan Allah atas kita.

Iman itu juga membuat kita mengalami kelahiran baru, yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam diri kita: manusia daging kita yang lama telah berlalu dan manusia baru serta kehidupan baru telah datang karena Kristus hidup di dalam kita.

Oleh iman itu, kita memiliki kemampuan untuk melakukan kehendak Allah dan menaati Allah.

Ketaatan kita bergantung pada freewill atau kehendak bebas kita.

Saudara, setelah kita lahir baru dan hidup dalam Roh, Rasul Paulus menasihatkan kita agar tidak mengikuti keinginan daging, melainkan hidup oleh Roh:

Galatia 5:16-17 ”Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Saudara, ketika kita mengalami kelahiran baru, terkadang kita masih bisa hidup oleh kedagingan.

Hal ini terjadi karena hidup kita kembali dikuasai oleh kedagingan.

Oleh karena itu, serahkanlah dirimu untuk dikendalikan oleh Roh Kudus.

Rasul Paulus menasihatkan agar kita yang sudah hidup oleh Roh supaya hidup kita dikendalikan atau dipimpin oleh Roh Kudus.

Galatia 5:25 ”Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”

Oleh iman, Kristus tinggal di dalam hati kita, dan Kristus tidak akan memaksa kita untuk selalu mengikuti Dia Namun, Dia ingin kita hidup oleh firman-Nya, dan firman itu akan mengarahkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Roh Kudus dan kehendak Allah Bapa kita.

Haleluya, puji Tuhan. Amin!

Apa yang menyebabkan kita kembali hidup oleh daging?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 32-34